Demokrat Pilih Dukung Jokowi Ketimbang Kembali ke Zaman Soeharto

oleh
Demokrat Pilih Dukung Jokowi Ketimbang Kembali ke Zaman Soeharto

MACCANEWS- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Rachland Nashidik menegaskan partainya akan menolak segala upaya untuk mengembalikan kejayaan orde baru. Penolakan ini disampaikan setelah Partai Berkarya menegaskan akan kembali membawa kejayaan Orde Baru jika Prabowo-Sandi menang pemilu.

“Ini klaim atau harapan Partai Berkarya saja. Demokrat (jelas) menolak. Kalau mau seperti Orba, tak usah ada pemilu. Biar Jokowi (yang jadi Presiden) terus saja,” cuit Nashidik, melalui @RachlanNashidik.

Sebagai partai politik yang mencintai demokrasi, Partai Demokrat, menurut dia, akan selalu berada di garda terdepan untuk menjaga semangat reformasi.

Saat ini, Nashidik menilai memang ada upaya untuk mengekang kebebasan berpendapat, kebebasan berserikat dan memberangus kebebasan pers. Jika itu yang terjadi, maka semangat orde baru akan tumbuh dan ini yang selama ini dilawan di era reformasi seperti saat ini.

Kalaumau seperti Orba, tak usah ada pemilu. Biar Jokowi terus saja. Toh, kini kebebasan berpendapat, kebebasan berserikat dan kebebasan pers juga dalam tekanan. Kita justru mau akhiri itu.

MenurutSekretaris Jenderal Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso, pasangan Prabowo-Sandiaga akan mengembalikan kondisi Indonesia seperti rezim Presiden Soeharto.

Di era orde baru atau di zaman otoriter Soeharto, maka semangat reformasi sangat mustahil bisa diwujudkan. Di era itu, negara dicitrakan seperti bapak atau orang tua yang harus dimuliakan, bukan negara yang melayani rakyatnya.

“Toh kini kebebasan berpendapat, kebebasan berserikat dan kebebasan pers juga dalam tekanan. Kita justru mau akhiri itu,” cuitnya.

Sementara itu, ucitan Nashidik langsung dibalas Sekjen Partai Berkarya, Prio Budi Santoso. Dalam akun @PriyoBudiS, dirinya mencuit “Kebebasan pers memberi ruang bagi wartawan dan media utk kreatif memelintir judul dan substansi, tapi yh profesional tentu tidak demikian. Masa sih kita musti giring demokrasi ke kantor polisi,”