Abdul Wahab Tahir Harap Orangtua Dukung Potensi Pemuda Dikembangkan

oleh

MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Abdul Wahab Tahir menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2019 tentang Kepemudaan, di Hotel Royal Bay, Kamis (18/8/2022).

Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini menilai saat ini pemuda punya peran penting dalam pembangunan daerah. Olehnya, potensi mereka perlu dikembangkan.

“Pemuda sekarang sudah harus mulai berkontribusi terhadap pembangunan. Saya percaya kalau pemuda bisa dan mampu karena mereka ini identik dengan semangatnya yang tinggi dan punya kreatifitas,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Wahab–sapaan akrabnya pun meminta orangtua mendukung anaknya para pemuda untuk mengembangkan potensinya. Salah satu caranya dengan memberikan pendidikan yang baik.

 

“Disinilah perannya orangtua. Kita mesti mendidik mereka dengan cara yang benar termasuk mendukung setiap kegiatan positif mereka,” ucap Wahab.

“Saya berharap bapak dan ibu-ibu bisa memberikan perhatian lebih kepada pemuda. Sebab, kita tahu mereka adalah penerus bangsa kita, merekalah pelanjut kita,” tukas Wakil Ketua Komisi A DPRD Makassar ini.

Sementara itu, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Makassar, Awang Darmawan mengatakan potensi pemuda sudah seharusnya didorong dikembangkan. Upaya itu bisa dilakukan lewat pendidikan.

“Jika dia ingin terus menjaga pemuda yang berbahaya dan berbakat maka yang paling penting adalah pendidikan. Pendidikan bapak ibu-ibu, perhatikan betul pendidikannya anak-anak ta,” lanjutnya.

 

Orangtua, kata Awang, diminta lebih memperhatikan pendidikan pemuda atau anaknya. “Kalau selesai S1 misalnya, jangan berhenti lanjut disitu lanjut S2. Kalau tidak bisa banyak beasiswa,” sambungnya.

Begitu juga dari segi pendidikan lainnya seperti agama. Pembimbing Tahfidz Qur’an Ar-Rahman, Heri Trianto menyampaikan bahwa pemuda patut dibekali pendidikan agama.

“Ini juga penting. Pendidikan agama itu harus dimiliki oleh pemuda kita, misalkan mengaji,” ucapnya.

 

Peran orangtua kembali dianggap penting. Apalagi, mereka mesti memberikan nasehat yang baik untuk mendorong potensinya berkembang. Bukan justru memberikan contoh yang buruk.

“Misalnya begini apa yang kita ucapkan ke anak kita itu sudah harus hal yang baik. Jangan kita ucapkan kata kasar kepada anak kita karena perkataan adalah doa,” tukasnya. (Win)

No More Posts Available.

No more pages to load.