Memperingati Hari Pengesahan Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara, 18 Agustus Refleksi Diri Menjadi Insan Pancasilais

oleh
Memperingati Hari Pengesahan Pancasila Sebagai Dasar Falsafah  Negara, 18 Agustus Refleksi Diri Menjadi Insan Pancasilais

Oleh : Syarifuddin Daeng Punna

Pancasila diucapkan setiap upacara bendera, ditempel disemua kantor pemerintah, dihapal oleh semua murid sekolah, dibahas di berbagai seminar, ditulis di berbagai buku, dikampanyekan disetiap perhelatan politik, didiskusikan di warung kopi dan dijadikan pelajaran wajib disetiap sekolah.

Apakah Pancasila sudah dipahami, dihayati dan diamalkan oleh setiap warga negara Indomesia?

Hari ini 18 Agustus 2020 kita peringati sebagai hari pengesahan Pancasila sebagai dasar falsafah negara.
Pancasila lahir dari nilai nilai luhur yang gali dari para pendiri bangsa Indonesia. Nilai nilai inilah menjadi perekat persatuan Nasional, jiwa kebangsaan, panduan perilaku, landasan etika bagi warga negara Indonesia.

Warga negara yang mengamalkan Pancasila secara murni dan konsekwen dusebut insan Pancasilais.

Pancasila sebagai dasar falsafah negara menjadi landasan sikap dan prilaku seriap warga negara dan jika diamalkan secara murni dan konsekwen baik secara pribadi, didalam keluarga, dilingkungan masayarakat maupun sebagai warga negara membuat Bangsa Indonseia memiliki peradaban tinggi yang mengagumkan dan menginspirasi dunia.

*Implementasi nilai nilai setiap sila dalam Pancasila.*

*Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa.*
Mengandung nilai nilai hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Semakin dekat dan diridhoi oleh Tuhan, semakin sholeh dan taat menjakankan perintah agama Tuhan melalui agama dianut maka semakin pancasilais demikian sebaliknya.

*Sila Kedua Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab.*
Mengandung nilai nilai hubungan manusia dengan sesamanya. Memiliki sikap saling menghormti dan menyayangi, sikap tenggang rasa, rasa persaudaraan dan rela membantu sesama jika ada yang membutuhkan bantuan. Semakin baik hubungan dengan sesama, maka semakin pancasilais demikian sebaliknya.

*Sila Ketiga Persatuan Indonesia*.
Mengandung nilai nilai hubungan warga dengan ngeranya.
Semangat nasionalime, mencintai negara, rela berkorban untuk negara, jiwa kebangsaan, kepeloporan untuk berkarya bagi negara dan semangat kegotong royongan.
Semakin baik hubungan warga dengan negaranya maka semakin pancasilais demikian sebaliknya.

*Sila Keempat Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan*. Mengandung nilai nilai mekanisme bernegara atau hubungan rakyat dan pemerintah. Mekanisme bernegara dengan sistem demokrasi, dan perwakilan menjadikan kedaulatan tertinggi di tangan rakyat.
Semakin baik hubungan rakyat dengan pemerintah maka semakin pancasilais demikian sebaliknya.

*Sila Kelima Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia*. Mengandung nilai nilai cita cita luhur bersama bangsa Indonseia yaitu mewujudkan keadilan sosial. Keadilan sosial yang mengandung makna kesempatan yang sama kepada setiap warga negara untuk hidup sejahtera dan mengurangi kesenjangan sosial antara satu dengan yg lain.
Semakin merata kesejahteraan dan semakin minim kesenjangan sosial maka semakin pancasilais demikian sebaliknya.

Saudarakau sebangsa dan setanah air.
Mari menjadi insan Pancasilais mulai dari diri sendiri, dalam keluarga lingkungan masyaratakat dan sebagai warga negara.

Dengan memahami, menghayati dan mengamaikan Pancasila oleh setiap warga negara akan mengadikan Indinesia menjadi megara maju dengan peradaban tinggi yg akan mengisnpirasi dunia.

*Selamat merayakan hari pengesahan Pancasila sebagai dasar Fasafah Negara.*

Jakarta, 18 Agustus 2020.

The post Memperingati Hari Pengesahan Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara, 18 Agustus Refleksi Diri Menjadi Insan Pancasilais appeared first on Maccanews.