Banjir Bandang Rusak Ratusan Rumah di Mamuju

oleh
Banjir Bandang Rusak Ratusan Rumah di Mamuju

MACCA.NEWS– Banjir bandang yang menerjang wilayah Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, pada Kamis malam (28/2/2019), merusak ratusan rumah di tiga desa, yakni Desa Pammulukang, Beru-beru dan Desa Pokkang dan satu kelurahan, yakni Kelurahan Bebanga di Kecamatan Kalukku.

Dilaporkan dari Mamuju pada Jumat (1/3/2019) sore, kerusakan terparah terjadi di Kelurahan Bebanga Kecamatan Kalukku. Di kawasan ini ratusan rumah dan satu tempat ibadah rusak berat akibat diterjang banjir bandang. Bahkan dua unit sekolah, yakni SD Negeri Kampung Baru dan SMP Negeri 2 Kecamatan Kalukku rusak berat akibat diterjang banjir bandang.

Di halaman SMP Negeri 2 Kalukku, pohon-pohon berukuran cukup besar dan sampah masih terlihat berserakan. Sementara lumpur setinggi 20 hingga 40 sentimeter yang dibawa banjir bandang tersebut juga terlihat menimbun lantai ruangan kelas dan guru SMP Negeri 2 Kalukku. Hal yang sama juga terliahat di halaman dan ruang-ruang kelas SD Negeri Kampung Baru, yang letaknya bersebelahan dengan SMP Negeri 2 Kalukku.

“Banjir membawa lumpur dan pohon yang cukup besar. Kami tidak sempat menyelamarkan barang-barang sebab air datang secara tiba-tiba disertai lumpur dan kayu gelondongan yang berukuran cukup besar,” kata pengelola kantin SMP Negeri 2 Kalukku, Kokom Komalasari.

“Saat banjir datang, kami bersama delapan orang lainnya berupaya menyelamatkan diri dengan naik ke plafon sekolah. Saya hanya berupaya menyelamatkan diri dan cucu semetaran barang-barang seperti kulkas, televisi mesin cuci dan uang hasil penjualan di kantin hilang terbawa arus,” tambahnya.

Kerusakan akibat banjir juga terlihat di jalan antar provinsi di lingkungan Kampung Baru, Kelurahan Bebanga Kecamatan Kalukku. Rumah-rumah warga yang berada persis di pinggir jalan poros yang menghubungkan Provinsi Sulbar dengan Sulawesi Tengah itu, rusak parah akibat tersapu banjir bandang.

“Air disertai lumpur dan pohon langsung menerjang dan merusak warung-warung yang ada di pinggir jalan, termasuk rumah kami. Tidak ada yang bisa kami selamatkan sebab arus air sangat deras apalagi ditambah kayu-kayu yang sangat besar. Yang penting, kami sekeluarga bisa selamat walaupun dua rumah dan satu warung saya rusak,” kata Nahariah, pemilik warung di kawasan jalan poros Sulbar-Sulteng di Kelurahan Bebanga. (*)