Maccanews, Bulukumba.– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulukumba terus memperkuat pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pelatihan keterampilan yang relevan dan produktif. Upaya tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan **Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bantaeng** yang ditandai dengan pembukaan pelatihan di Aula Lapas Bulukumba, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan diikuti oleh **32 WBP** yang terbagi dalam dua jenis pelatihan, yakni **peracikan minuman kopi** dan **hidroponik automatic system**. Kegiatan turut dihadiri Kepala Lapas Bulukumba, pejabat struktural, serta jajaran staf Seksi Kegiatan Kerja.
Pembukaan pelatihan dilakukan oleh **Immawan Wahyudi Asbara, S.P., M.M.**, selaku Instruktur Ahli Pertama (Instruktur Kejuruan Pertanian) yang mewakili Kepala BPVP Bantaeng. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pentingnya peningkatan keterampilan dan kompetensi WBP sebagai bekal untuk mendukung kemandirian dan kesiapan kembali ke masyarakat.
Pelatihan peracikan minuman kopi memberikan keterampilan praktis dalam mengolah dan meracik berbagai minuman berbahan dasar kopi. Sementara itu, pelatihan hidroponik automatic system membekali peserta dengan pengetahuan mengenai budidaya tanaman menggunakan teknologi sistem hidroponik otomatis.
Kalapas Bulukumba, **H. Mansur**, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan bekal nyata kepada WBP selama menjalani masa pembinaan.
> “Pembinaan kemandirian harus memberikan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah Warga Binaan kembali ke masyarakat. Melalui pelatihan bersama BPVP Bantaeng ini, kami ingin membuka kesempatan bagi WBP untuk belajar, mengembangkan potensi, dan memiliki bekal untuk hidup mandiri serta produktif,” ujar Mansur.
Sementara itu, **Immawan Wahyudi Asbara** menyampaikan bahwa keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan diharapkan dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif.
> “Pelatihan ini kami harapkan tidak berhenti pada pengetahuan dan keterampilan selama mengikuti kegiatan, tetapi dapat menjadi bekal yang bisa dikembangkan oleh Warga Binaan setelah kembali ke masyarakat. Keterampilan seperti pengolahan minuman kopi dan hidroponik memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kegiatan yang produktif,” ungkap Immawan.
Para peserta mengikuti pembukaan dengan antusias. Selanjutnya, pelatihan akan dilaksanakan secara terstruktur dengan pendampingan instruktur sesuai bidang keahlian masing-masing.
Lapas Bulukumba berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan BPVP Bantaeng serta berbagai pihak dalam menghadirkan program pembinaan yang berkelanjutan, sehingga WBP tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh keterampilan sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat.-(*)
Editor Suaedy







