MAKASSAR – Warga Blok 10 RW 11 Perumnas Antang, Kota Makassar, menunjukkan kekompakan dengan menyuarakan protes terhadap penempatan bak sampah yang dinilai tidak tepat dan mengganggu kenyamanan lingkungan.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam acara silaturahmi warga yang digelar di kediaman Ketua RT 02 RW 11, Kamis (1/1/2026) malam.
Salah seorang tokoh masyarakat, Arif Rahman, mengatakan keberadaan bak sampah di jalan poros Blok 10 menimbulkan bau tidak sedap, terutama saat musim hujan. Selain itu, tumpukan sampah kerap mengundang lalat serta hewan liar yang berdampak pada kebersihan dan kesehatan warga.
“Kami keberatan karena lokasinya terlalu dekat dengan rumah warga. Bau menyengat dan sampah sering berserakan,” ujar Arif Rahman yang juga berprofesi sebagai lawyer.
Penolakan serupa disampaikan tokoh masyarakat lainnya, Syarifuddin. Ia menilai keberadaan kontainer sampah di Jalan Kecaping Raya sangat mengganggu aktivitas warga.
Menurutnya, selain menimbulkan bau menyengat, proses penempatan dan pengangkutan sampah kerap menyebabkan kemacetan.
“Sering terjadi kemacetan di jalan poros akibat aktivitas mobil pengangkut sampah, apalagi kontainer ditempatkan di bahu jalan,” ungkapnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua RT 02 RW 11, Kamaruddin, berharap pihak terkait segera memindahkan bak sampah ke lokasi yang lebih strategis dan jauh dari permukiman warga.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang lebih tertib dan rutin.
“Kami ingin bak sampah yang berada di tepi jalan poros dipindahkan ke tempat yang tidak mengganggu aktivitas warga,” tegas Kamaruddin.
Sementara itu, Ketua RW 11 Blok 10, Supriadi, menyatakan akan menampung seluruh aspirasi warga dan meneruskannya kepada pihak kelurahan serta kecamatan untuk dicarikan solusi terbaik.
“Apa yang menjadi keresahan dan masukan warga akan kami sampaikan kepada Lurah dan Camat Manggala terkait penolakan penempatan lokasi bak sampah tersebut,” pungkas Supriadi.









