Kasus Kebakaran Meningkat Saat Kekeringan, Damkar Makassar Buka Opsi Penggunaan Air Laut

oleh
oleh

MAKASSAR – Kekeringan sebagai dampak fenomena alam El Nino kian terasa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Di saat yang sama, kasus kebakaran tercatat cukup tinggi beberapa pekan terakhir.

Terkait hal itu, pihak Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Makassar mengaku masih mempunyai cukup stok air dalam hal penanganan kasus kebakaran.

Kepala Bidang Operasi Damkar Makassar Cakrawala mengatakan, jika nanti stok air kian menipis tidak menutup kemungkinan, pihaknya bakal menggunakan air laut.

Cakrawala menyebut, penggunaan air laut untuk penanganan kebakaran pasti memilik efek ke kendaraan operasional.

“Problemnya pasti ada kalau dipakai air laut, timbul lagi penyakit baru kan. Entah itu korosi atau kerusakan pada mesin. Jadi itu opsional yang paling terakhir. Mudah-mudahan tidak sampai pada penggunaan air laut, kita doa saja,” terang Cakrawala.

Dia mengatakan sejak musim kemarau, kasus kebakaran meningkat hingga sembilan kali per harinya.

“Jadi selama musim kekeringan ini dalam sehari itu pasti ada kebakaran, itu kejadian minggu kemarin capai tingkat kebakaran 30 kali dalam seminggu, karena satu hari ada 9 kali kejadian itu,” ungkapnya Cakrawala.

Cakrawala membeberkan, tingkat kasus kebakaran cukup ekstrem itu didominasi oleh kebakaran lahan kering. Karena cuaca kering dan terik, sehingga mudah terbakar dengan dipicu api kecil atau sisa pembakaran sampah dan puntung rokok.

“Memang kejadian kebakaran meningkat karena kebakaran lahan kering. Tetapi tidak menutup kemungkinan kejadian kebakaran itu di wilayah permukiman,” ungkapnya.

Dari informasi yang didapat, dalam tiga bulan terakhir kasus kebakaran terus meningkat. Bulan Juli, tercatat ada 34 kasus, lalu Agustus 54 kasus, awal bulan September ada 9 kasus.

Sementara itu data kasus kebakaran per tahun yakni tahun 2020 total 141 kasus, 2021 total 138 kasus, tahun 2022 total 151 kasus, tahun 2023 total sementara ada 182 kasus.

Di samping kondisi bencana kekeringan, pihak Damkar bersama PDAM Makassar juga terlibat dalam penyaluran air bersih ke beberapa Kecamatan yang mengalami kekeringan.

Cakrawala menyebutkan, setidaknya ada tujuh unit armada Damkar yang membantu PDAM untuk penyaluran air ke beberapa titik kekeringan.

“Ini kan status kebencanaan jadi diambil alih teman-teman BPBD, tapi kita ikut andil dalam pendistribusian air bersih ke warga yang terdampak. Kita dari Damkar ada 7 tangki untuk mensupport itu, tangkinya 8 kubik per-unitnya,” jelas Cakrawala.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.