Wali Kota Makassar dan Bogor Buka Secara Resmi ICE APEKSI 2023 di Panggung Seni Budaya

oleh
oleh

MAKASSAR – ICE APEKSI 2023 resmi dibuka oleh Wali Kota Makassar, Ketua APEKSI, Direktur Ekskutif APEKSI, dan Direktur Kinarya Cipta Kreasi yang didampingi langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar.

Pembukaan Ceremony ini diresmikan dengan pemukulan gendang yang dilakukan di Panggung Seni Budaya, Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar, Rabu (12/07/2023).

Dalam sambutannya, Wali Kota Makasaar Moh. Ramdhan Pomanto mengatakan bahwa bukan hanya ada pameran seni budaya, melainkan akan ada juga atraksi laut dan gala dinner.

“Mudah-mudahan cuaca mendukung terlaksananya acara ini. Semoga ICE ini bukan hanya berbicara masalah pameran, tetapi juga menjadi ajang share and care. Jadi kita sama-sama peduli tentang Indonesia dan cara share inovasi kita,” tutur Wali Kota yang akrab disapa Danny Pomanto ini.

Danny juga berharap agar ICE ini menjadi kegiatan terbaik dan dia juga melihat banyak sekali stand dari berbagai macam produk, salah satunya produk Smart City Kota Makassar yang berbagai terkait bagaimana peningkatan PAD dengan sistem smart city.

“Saya lihat beliau-beliau juga full performance pada hari ini. Terima kasih, semoga kegiatan ini menjadi bagian dari penampilan kota-kota di Indonesia untuk Indonesia,” harap Danny.

Selanjutnya sambutan dari Ketua APEKSI yang juga merupakan Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan bahwa semuanya pasti mau menjadi tuan rumah APEKSI, tetapi tidak semuanya mampu atau bisa.

“Alasannya, karena tidak semua kota mempunya ruang publik, lapangan, atau venue dan Makassar punya itu semua. Makassar itu beruntung punya Pak Danny, karena selalu punya opsi untuk acara-acara besar,” tuturnya.

“Ini adalah perencanaan pembangunan, ini adalah program-program, dan ini adalah well design dari Pak Wali Kota, baik Pak Danny dan wali kota sebelumnya. Jadi ini pelajaran bagi kita semua, bahwa menjadi tuan rumah bukan hanya sekedar kemauan, tetapi juga kemampuan dan itu perlu perencanaan yang panjang,” lanjut Bima Arya.

Menjadi tuan rumah ini juga bukan hanya sekedar venue, tetapi apakah mampu untuk mengatur secara detail dan hal itulah yang menggambarkan kepemimpinan.

“Nantinya itu, pemimpin tidak hanya berbicara masalah canggih dan tatanan makro, tetapi juga tatanan mikro. Dan apa yang kita alami di makassar merupakan gambaran tersebut, struktur yang besar, ruang publik yang sangat bersahabat dan ditunjang dengan kemampuan untuk mengorganisir acara sangat teknis sekali,” tuturnya.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.