Perubahan Lalu Lintas di Kawasan Losari Diuji Coba Pekan Depan

oleh
oleh

MAKASSAR – Uji coba perubahan arus lalu lintas (lalin) atau new traffic management (NTF) di kawasan Pantai Losari, Kota Makassar, bakal segera dilakukan. Rencananya, uji coba itu mulai diterapkan pada pekan depan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar, Iman Hud, mengatakan sebelum uji coba diberlakukan, pihaknya bakal memasifkan sosialisasi kepada masyarakat. Hal itu bertujuan agar masyarakat tak kaget saat perubahan lalin diterapkan.

“Selama sepekan ini kami tahap sosialisasi, baru kami uji coba untuk terapkan pekan depan. Kan ini menyangkut perubahan rambu-rambu,” kata dia.

Perubahan arus lalin ini kurang lebih serupa seperti yang diberlakukan pada tahun 2019 silam. Hal ini dianggap mampu mengurai kepadatan kendaraan di wilayah Pantai Losari.

Iman mengatakan, skema perubahan arus ini bukan ujug-ujug dilakukan. Skema ini sudah pernah dipaparkan di hadapan sejumlah stakeholder, mulai dari Satlantas Polrestabes, Satlantas Polres Pelabuhan, Kapolsek Wajo dan Ujung Pandang, hingga Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Makassar.

Dalam pemaparan itu, hasil kajian teknis disampaikan langsung oleh Pakar Transportasi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Pakar Transportasi Universitas Negeri Makassar, dr. Qadriathi, dan Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Makassar, Prof. Lambang Basri.

“Dari hasil kajian itu sudah tepat bahwa perubahan arus itu layak mengenai degree of saturation-nya, dan kajian analisa itu telah dipaparkan dalam forum internasional jurnal masyarakat transportasi di Asia Tenggara dan poinnya A,” ungkap Iman.

Kendati begitu, Mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) ini berujar jika ada beberapa masukan yang harus ditindaklanjuti.

“Masih ada masukan-masukan karena antara 2019 dan sekarang mungkin ada yang harus dibenahi. Di antaranya itu kantong-kantong parkir dan bagaimana perilaku masyarakat,” bebernya.

Iman memastikan, penggalian instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di wilayah Kecamatan Ujung Pandang tak akan mengganggu tahap uji coba. “Nanti tinggal ditingkatkan margin of error-nya menjadi 30 persen,” sebutnya.

Kemacetan yang semakin meresahkan masyarakat menjadi salah satu faktor penyebab rekayasa lalu lintas ini perlu dilakukan. Sehingga dia berharap bahwa perubahan arus ini sedikitnya bisa mengurai kemacetan di kawasan tersebut.

Diketahui, ada beberapa titik yang nantinya akan berubah jalur. Misalnya, Jalan Penghibur yang saat ini dari arah selatan ke utara, ke depan bakal berbalik arah dari utara ke selatan.

Kemudian, Jalan Haji Bau yang sebelumnya dari arah timur ke barat bakal berubah dari barat ke timur. Jalan Lamadukelleng juga nantinya bakal berbalik arah dari utara ke selatan berubah menjadi dari selatan ke utara.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto mengungkapkan perubahan jalur ini harus segera dilakukan. Dia menginginkan agar perubahan jalur sudah paten sebelum perhelatan akbar Makassar Eight Festival and Forum (F8) digelar pada September 2022 mendatang.

“Saya sudah wanti-wanti soal itu. Itu harus segera diubah jalurnya,” jelas Danny.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.