Mulawarman Tantang Gubernur Sulsel Buktikan Hak Angket Direkayasa

oleh
Mulawarman Tantang Gubernur Sulsel Buktikan Hak Angket Direkayasa

MACCA.NEWS- Mulawarman wartawan senior ,Sabti (23/11/3019), yang juga ipar Jumras mantan Kepala Biro Pembangunan Pemprov Sulsel, menantan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah untuk membuktikan Hak Angket direkayasa, melalui Jumras.

“Silahkan Nurdin Abdullah tekan Jumras, agar Jumras mau mengatakan ada rekayasa pembentukan Hak Angket. Silahkan dan buktikan,” tantang Mulawarman menanggapi berita di berbagai media tentang permintaan Gubernur kepada Jumras kalau ada rekayasa selama ini, sehingga digelar Hak Angket.

Kepada wartawan di Bandara Hasanuddin, Mulawarman balik bertanya ke Gubernur, apakah pencopotan Jumras, Lutfi Natsir, Lutfi Halide itu rekayasa, sehingga bisa saja Gubernur juga merkayasa dibentuknya Hak Angket.

Hak Angket, tutur Mulawarman yang baru saja menerbitkan buku Hak Angket Mengawal Demokrasi, hak Anggota DPRD Sulsel, dibuat untuk Nurdin Abdullah sebagai reaksi DPRD Sulsel atas aksi Nurdin Abdullah mencopot Jumras dkk tidak sesuai aturan yg ada. Dan itu terbukti dengan hasil persidangan Hak Angket yg dibenarkan oleh KASN sehingga KASN merekomendasikan kepada Gubernur untuk mengembalikan. Jumras dkk ke jabatannya semula.

“Selain itu, Hak Angket itu merupakan reaksi DPRD Sulsel yang salah satunya mengawasi jalannya pemerintahan daerah, atas penemuan fakta kerabat-kerabat Gubernur terlibat proyek. Sampe ada namanya ibu Hajra mengatur banyak proyek, seperti yang dibuktikan di sidang-sidang Pansus Hak Angket,” kata Mulawaman melanjutkan penjelasannya.

Jadi, kata mantan wartawan politik Harian Surya Surabaya ini, kalau tidak ada pencopotan dan tidak adanya fakta, kerabat Gubernur terlibat proyek. Gak ada Pansus Hak Angket itu. “Apanya mau di Hak Angket,” ujar Mulawarman bertanya, sembari menduga kalauu Gbernur tidak tau apa itu Hak Angket. “karena Gubernur pernah bertanya apa itu Hak Angket, nanti saya kirim Sekda ke sana,” sambungnya.

Kemudian kenapa hampir seluruh fraksi mendukung pembentukan Pansus Hak Angket dan pelaksanaan Hak Angket, tanya Mulawarman, itu adalah hasil kerja-kerja politik melalui komunikasi politik fraksi-fraksi di DPRD Sulsel yang aspiratif yang menganggap Hak Angket harus digelar.

“Kerja-kerja politik lewat komunikasi politik seperti lobi-lobi politik agar frasksi ini dan itu mendukung. Adalah fakta politik, dan sah, karena sesungguhnya itulah politik. Bukan rekayasa,” tegas Mulawarman.

Sama dan sahnya Nurdin Abdullah melobi dan meminta Wapres Jusuf Kalla atau JK membantu mendialogkan aspirasinya ke Anggota DPRD Sulsel agar Hak Angket tidak sampai atau berakhir dengan pemakzulan, juga adalah kerja-kerja politik atau komunikasi politik Nurdin Abdullah.Begitu juga ketika Nurdin Abdullah mengumpulkan puluhan Anggota Fraksi DPRD Sulsel di hotel, sehari sebelum sidang paripurna Hak Angket yg akan menetapkan rekomendasinya.

“Karena itu saya menantang Nurdin Abdullah membuktikan tuduhannya. Meski menggunakan Jumras untuk membuktikannya,” kata Mulawarman yang mengungkapkan kalau Jumras mau berdamai dan mau meminta maaf, agar laporan polisi Nurdin Abdullah dicabut, karena dia mau hidup tenang, dan adiknya dan kerabat yang banyak adalah ASN di Pemprov Sulsel tidak terkena imbas kasusnya.

“Jumras juga mau Gubernur Nurdin Abdullah bisa bekerja tenang, karena kegaduhan berakhir kalau dia berdamai dan meminta maaf,” kata Mulawarman yang mengaku akan meluncukan buku Hak Angketnya di Pressroom DPR RI dan KPK Jakarta pekan ketiga Desember mendatang.

Mulawarman kemudian mempertanyakan langkah iparnya Jumras yang harus memasang iklan permohonan maaf di sejumlah media cetak yang pasti berbiaya besar. “Apa Gubernur tidak puas dengan permohonan maaf langsung tertulis dan dimuat di semua media. Sehingga menjadikan Jumras satu-satunya pejabat sepanjag sejarah Sulsel yang memohon maaf lewat iklan di semua media cetak makassar. Dan setelah itu meminta maaf lagi pada Gubernur, lewat kepolisian,” tanya Mulawarman dengan emosi, karena yang
meminta Jumras meminta maaf dan damai sesunguhnya adalah Gubernur.

Menutup perbincangannya, Mulawarman meminta Nurdin Abdullah tidak berupaya mensiasati rekomendasi KASN sehingga tidak melaksanakannya, dan berhenti menggunakan permintaan maaf Jumras sebagai alat pencitraan. Karena itu jelas mempermalukan seluruh keluarga Jumras dan sedaerah Jumras terus menerus sampai Nurdin Abdullah berhenti jadi Gubernur.

Mulawarman juga meminta Nurdin Abdullah berhenti mengaku sebagai anak atau kader kesayangan ibu Megawati Ketua Umum DPP PDIP, di depan ASN di Sulsel dan publik Sulsel.

“Saya ini diminta khusus menulis tentang pengkhianat di PDIP, yang mengkhianati PDIP, ibu Mega dan Taufik Kiemas untuk mengisi buku Biogarafi Politik ibu Mega. Pengkhianat saja saya tau, apalagi kesayangannya. Dan Ibu Megawati tidak menganut kader kesayangan. Dan tahun berapa si, Nurdin Abdullah jadi kader PDIP?,” tanya lelaki bertubuh kecil ini, seraya menduga pengakuan Nurdin Abdullah itu untuk menakuti ASN dan politisi di Sulsel. (Rahayu)

The post Mulawarman Tantang Gubernur Sulsel Buktikan Hak Angket Direkayasa appeared first on Maccanews.