Banyak Pembangunan di Enrekang tak Tuntas, Bupati Harus Memberi Ruang Bekerja ke Wakilnya

oleh
Banyak Pembangunan di Enrekang tak Tuntas, Bupati Harus Memberi Ruang Bekerja ke Wakilnya

MACCA.NEWS-  Pemerintahan Kabupaten Enrekang dibawa kepemimpinan, Muslimin Bando selama memimpin kabupaten Enrekang banyak memperlihatkan indikasi korupsi terjadi. Selain itu, banyak pembangunan tidak maksinmal dirasakan oleh masyarakat di kepemimpinan, Muslimin Bando.

Direktur Profetik Isntitute, M.Asaratillah menyebutkan pemerintahan yang diterapkan oleh, Muslimin Bando memperlihatkan ketidak mampuan memberdayakan struktur pemerintahan.

“Ada beberapa kemungkinan sebab. Bisa jadi karena ketidak mampuan kepala daerah mengendalikan perangkat-perangkat pemerintahannya, sehingga banyak terjadi penyalahgunaan wewenang dan anggaran. Bisa juga disebabkan oleh tidak kompaknya antara kepala daerah dan wakil kepala daerah, sehingga aktualisasi visi misi kepemimpinan tidak berjalan optimal,” kata M.Asaratillah, Senin (11/11/2019).

Bahkan M.Asaratillah menegaskan pemerintahan kabupaten Enrekang tidak membangun sinergitas dengan legislatif dalam hal ini para anggota DPRD.

“Atau ada semacam ketidak efwktifan komunikasi dan koordinasi antara pemda dengan perangkat-perangkatnya atau antara pemda dengan pihak legislatif,” tegas M.Asaratillah.

M.Asaratillah berharap Bupati Enrekang juga intens membangun kordinasi bedengan wakilnya sebagai pengendali pemerintahan dalam menuntaskan janji politiknya.

“Tapi intinya, pasti ada semacam kesalahan dalam mengelola atau mengatur birokrasi. Karena mau tidak mau kepala daerah dan wakil kepala daerah dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atau kinerja birokrasi. Karena keduanya dianggap pilot ataupun co-pilot dalam menjalankan birokrasi pemerintah daerah,” jelas M.Asaratillah.

Sementara pemuda pemerhati pemerintahan Kabupaten Enrekang, Ridwan menyebutkan Bupati Enrekang seharusnya memberi ruang kepada wakilnya untuk berbuat. Sebab wakil Bupati Enrekang, Asman punya ide enerjik membangun kabupaten Enrekang.

“Saya melihat banyaknya pembangunan yang tak tuntas di kabupaten Enrekang disebabkan keserakahan Bupati atau orang-orang dekatnya. Ongkos politik mahal, jadi saya menduga indikasi korupsi disebabkan dari situ. Seharusnya Bupati memberikan ruang kepada wakilnya untuk berbuat membenahi pembangunan. Pak wakil Bupati punya ide besar akan kemajuan kabupaten Enrekang, tapi sayang Bupati tak memberi ruang ke wakilnya untuk berbuat,” jelas Ridwan. (*)

The post Banyak Pembangunan di Enrekang tak Tuntas, Bupati Harus Memberi Ruang Bekerja ke Wakilnya appeared first on Maccanews.