Adipura Diganti Patung Sapi, Pemerintahan Bupati Muslimin Bando Bongkar Penghargaan dari Pemerintahan Pusat

oleh
Adipura Diganti Patung Sapi, Pemerintahan Bupati Muslimin Bando Bongkar Penghargaan dari Pemerintahan Pusat

MACCA.NEWS- Beberapa aset daerah milik pemerintah kabupaten Enrekang dibawa kendali , Muslimin Bando tak terurus. Padahal, keberadaan aset tersebut telah dianggarkan untuk rehab atau anggaran pemeliharaannya.

Seperti bangunan Villa bambangan yang telah dianggarkan sejak 2015 lalu sebesar Rp 2,7 tetapi tak satupun aktivitas perbaikan terlaksana. Bangunan Villa Bambapuang hingga saat ini masih mengalami rusak parah.

Tak hanya itu, taman bermain kota yang terletak di kota Enrekang juga tak kunjung diperbaiki. Padahal taman tersebut sangat didambakan pada warga kota Enrekang untuk digunakan bersantai dan juga dapat digunakan untuk tempat bermain anak-anak.

“Taman bermain kota Enrekang itu aset daerah. Pastinya ada anggaran untuk pemeliharaannya, namun taman kota Enrekang itu tidak terurus dan keberadaannya sangat jorok,” kata pemuda kota Enrekang yang rumahnya tak jauh dari taman kota Enrekang, Roi, Jumat (8/11/2019).

Roi menjelaskan jika dugaan korupsi pemerintah kabupaten Enrekang dibawa kepemimpinan Muslimin Bando boleh jadi benar. Sebab aset daerah seperti Villa Bambapuang dan taman bermain kota jelas dianggarkan untuk mendapat perbaikan, akan tetapi tak ditemukan aktivitas perbaikan sedikitpun.

“Kalau ada yang menduga anggaran pemeliharaan taman kota di korupsi maka bisa jadi, karena itu aset daerah yang serba menggunakan anggaran pemerintah. Saya melihat pemerintah kabupaten Enrekang saat ini kurang memberikan kesejahteraan kepada masyarakat,” ujar Roi.

Tak hanya itu, kepemimpinan Muslimin Bando telah menghilangkan sejarah yang membanggakan kabupaten Enrekang. Yaitu telah membongkar tugu adipura sebagai penghargaan pemerintah pusat atas keberhasilan pemerintah kabupaten Enrekang. Tugu adipura tersebut telah digantikan oleh patung sapi perah yang mana bukan kabupaten Enrekang bukan merupakan penghasil sapi perah terbesar di Sulsel.

“Adipura dikota manapun pasti pemerintahnya membuatkan tugu adipura sebagai pengakuan pemerintah pusat akan kemajuan dan keberhasilan sebuah daerah kabupaten atau Provinsi. Tugu Adipura di kabupaten Enrekang telah dibongkar dan kini digantikan dengan bangunan patung sapi perah. Kabupaten Enrekang bukan kabupaten penghasil sapi perah terbesar di Sulsel, jadi sapi perah bukan ikon Kabupaten Enrekang,” jelas Roi.

“Pemerintah Kabupaten Enrekang dibawa kepemimpinan Muslimin Bando boleh dikatakan telah menghilangkan sejarah dan penghargaan Nasional dari pemerintah pusat. Walaupun pembongkaran tugu adipura adalah wewenangnya sebagai Bupati, akan tetapi Bupati harus hargai dan hormati karya pemimpin sebelumnya, karena merebut adipura itu sulit,” tutup Roi. (*)

The post Adipura Diganti Patung Sapi, Pemerintahan Bupati Muslimin Bando Bongkar Penghargaan dari Pemerintahan Pusat appeared first on Maccanews.