Pengerjaan Tol Layang, Masyarakat di Imbau Tidak Melewati Fly Over dan Jalan Urip Sumoharjo

oleh
Pengerjaan Tol Layang, Masyarakat di Imbau Tidak Melewati Fly Over dan Jalan Urip Sumoharjo

Masyarakat Makassar di imbau sementara waktu, untuk tidak melewati jalan protokol Urip Sumoharjo, menyusul empat jalur di sekitar jalan itu akan ditutup sementara. Hal ini lantara, adanya pengerjaan tol layang, yang akan menggunakan sebahagian badan jalan.

“Hari Kamis pagi atau malam itu penutupan arus untuk launching (pengangkatan badan jalan). Jum’at pagi baru ditutup fly over,” Ungkap Manager SHE Wika Beton pada rapat tersebut, Alex Muhajirin, Selasa kemarin (8/10/2019).

Kata Alex, ada dua opsi yang ditawarkan oleh PT Wika. Diantaranya, opsi 1 diusulkan untuk arus jalan dari Urip Sumoharjo Timur menuju Urip Sumoharjo Barat (Arah Daya ke Sentral) akan disarankan masuk ke petarani hingga mendapat u-turn (putaran) di depan The Mutiara.

Begitu juga dengan arus lalu lintas dari arah sebaliknya, akan diarahkan masuk ke kiri, yakni jalan Tol hingga pada u-turn tepat di depan Gedung Keuangan.

Untuk itu, yang akan ke Pettarani maka diarahkan berputar balik di depan Universitas Bosowa, sementara yang akan ke Barawaja pihaknya akan membuat jalur di sebelah kiri jalan tol. Namun, dari arah jalan Pettarani menuju jalan tol tidak ada perubahan arus lalu lintas.

“Rencananya akan melakukan sistem buka tutup, jam 06:00 WITA pagi akan kita buka dgn pekerjaan sampai jam 08:00 WITA ditutup lagi, kemudian dibuka lagi jam 12:00 WITA sampai jam 01:00 WITA, kemudian sore jam 17:00 WITA sampai jam 19:00 WITA juga dibuka kendaraan yang lewat dibawah” Ungkapnya

Untuk pengendara motor yang akan memutar arah, pihaknya menyiapkan u-turn pada keempat sisi jalur. Jalur dari Pettarani akan berputar di u-turn Teh Mutiara, sementara dari Tol berputar arah di u-turn depan gedung keuangan. Sementara u-turn di kedua sisi fly over tidak berubah.

Opsi ke dua jalur di bawah fly over tetap dibuka dengan sistem buka tutup pada waktu tertentu. Hanya saja opsi ini dinilai cukup membahayakan, sehingga yang mendekati kesepakatan bersama yakni opsi pertama.

Khusus untuk pengerjaannya, Alex mengaku akan menghabiskan waktu selama 4 hingga 7 hari. Butuh kehati-hatian dalam memasang launching box girder hingga terkahir dilakukam lifting.

“Memang waktunya agak lama, tidak seperti yang kita kira secepat memasang deretan papan. Jalan launching (menyusun box girder) itu butuh waktu lama. Dua meter per menit,” ujarnya.

Selain itu bila diberlakukannya rekayasa lalu lintas, akibat di tutupnya fly over dan Urip Sumoharjo. Pihak Polretabes Makassar siap membatu.

Samuel To’longan selaku Kepala Bidang Operasional Lalulintas, Poltabes Makassar mengatakan pihaknya memberikan solusi agar menghindari aktivitas pengerjaan jalan pada jam ramai kendaraan.

“Kalau bisa jam 6 sampai 9 pagi itu tidak ada aktivitas, selanjutnya jam pulang kerja pada sore hari sampai malam itu jam ramai kendaraan,” tutur Samuel.(Nur)

The post Pengerjaan Tol Layang, Masyarakat di Imbau Tidak Melewati Fly Over dan Jalan Urip Sumoharjo appeared first on Maccanews.