Harga Cabai Melonjak Tinggi, Ibu Rumah Tangga Mengeluh

oleh
Harga Cabai Melonjak Tinggi, Ibu Rumah Tangga Mengeluh

Ibu-ibu rumah tangga mengeluhkan harga rempah yang mulai naik khususnya cabai. Tren kenaikan ini diperkirakan, lantara mendekati hari raya idul adha yang jatuh pada tanggal 11 Agustus.

“Harga cabai sudah melonjak sebenarnya satu bulan terakhir. Namun, menjelang lebaran haji ini permintaan cabai mulai tinggi mungkin untuk kebutuhan masak”, kata Dg Sangging salah seorang pedagang rempah di pasar terong.

Ia menyebutkan, dipasaran cabai besar berada di tingkatan Rp 58.550 per kilogram(kg), dan harga cabai merah keriting menembus level Rp 62.150 pe kgnya.

Sedangkan cabai rawit merah berkisar Rp 96.650 per kg. Sangging mengatakan di tahun ini kenaikan harga cabai yang paling tinggi, bisa mencapai hampir Rp 100.000. Ia sendiri, menjelaskan tak mampu berbuat apa-apa, tiap kali pembeli mengeluh, akan kenaikkan harga cabai.

“Sudah hampir tiga hari, banyak yang beli ngeluh bertanya kenapa mahal, tapi gimana, karena saya ambil juga di penyedia yah segitu juga hargannya, saya tidak mengantongi untung”, tuturnya.

Meski harga lombok sedang mengalami kenaikkan. Pembeli tetap membeli karena menjadi bumbu utama saat memasak.

Kenaikan harga cabai sangat dirasankan oleh ibu rumah tangga salah satunya Singrawati umar. Dia menceritakan, beberapa waktu lalu, dirinya pernah membeli cabai besar dan ukuran kecil-kecil.

Singgrawati membeli cabai dengan harga Rp 6.000, tapi hanya diberikan 6 buah. Padahal biasanya bisa dapat sampai setengah kantong keresek kecil.

“Kemarin saya terkejut beli lombok enam ribu dikasi 6 biji, mahal sekali, massa iya harganya seribu 1, nah makanya saya siasati saja dengan lombok olah yang sasettan”, tukasnya.

The post Harga Cabai Melonjak Tinggi, Ibu Rumah Tangga Mengeluh appeared first on Maccanews.