Selain Proses Pengerjaan DAK Bermasalah, Warga Sebut Tak Menikmati Jaringan Irigasi Tertutup

oleh
Selain Proses Pengerjaan DAK Bermasalah, Warga Sebut Tak Menikmati Jaringan Irigasi Tertutup

Jaringan irigasi tertutup yang anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 39 Miliar di kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dikerjakan dengan asal-asalan.

Anggota DPRD kabupaten Enrekang, Andi Hendra kembali menyoroti proyek jaringan irigasi tertutup tersebut. Karena di jaringan irigasi tersebut banyak ditemukan air tidak mengalir dalam irigasi tertutup itu (pipa).

“Kita boleh cek di daerah dapil I meliputi kecamatan Maiwa, Cendana, dan Enrekang banyak masalah. Di dapil III juga demikian yang mana meliputi kecamatan Alla, Barokok, Masalle, Curio banyak masalah. Air tidak mengalir di irigasi tertutup itu. Kenapa demikian,? Karena rata. Kalau penempatannya rata mana mungkin air mengalir. Ini merugikan Negara yang mana anggarannya melalui DAK,” kata Andi Hendra, Rabu (31/7/2019).

Malahan para kontraktor yang mendapatkan paket pengerjaan irigasi tertutup itu diwajibkan membeli pipa yang disiapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Gamaluddim. Jika tidak, maka dikenakan denda.

“Para kontraktor mengeluh jika tak membeli pipa maka akan didenda bahkan diancam tidak mendapatkan paket pengerjaan proyek lagi,” ungkap, Andi Hendra.

Pipa-pipa tersebut disimpan di halaman belakang kantor Dinas PU kabupaten Enrekang, dan beberapa lainnya di kantor-kantor kecamatan. Harga pipa tersebut dua kali lipat dibandingkan harga di toko saat masa pengerjaan (tahun 2015).

Bahkan proyek-proyek tersebut dipecah mendaki sebanyak 126 paket. Bahkan macca.news melalui bukti video mengungkap jika, warga sangat menyangkan jaringan irigasi tertutup tidak bisa dirasakan mereka. Dan bahkan banyak ditemukan pipa-pipa tersebut rusak sebelum dioperasikan (dilalui air). (*)

The post Selain Proses Pengerjaan DAK Bermasalah, Warga Sebut Tak Menikmati Jaringan Irigasi Tertutup appeared first on Maccanews.