NA Sebut Gaji Staf Gubermur Tinggi Adalah Haknya, Pakar: Mereka Pantas Dibayar Mahal?

oleh
NA Sebut Gaji Staf Gubermur Tinggi Adalah Haknya, Pakar: Mereka Pantas Dibayar Mahal?

MACCA.NEWS- Sebanyak, 13 Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak masuk akal mendapat gaji Rp 8,8 juta perbulan. Gaji tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 113/I/Tahun 2019 tentang Pembayaran Jasa Terhadap Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel 2019.

Terkait gaji staf khusunya yang dinilai tinggi, Gubermur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) berharap semua pihak tidak mempersoalkannya, baginya itu hak dirinya sebagai pemegang kebijakan penuh di Sulsel.

“Tidak usah dipersoalkan gaji staf ahli saya, itu hak dan tanggung jawab (saya sebagai) Gubernur Sulawesi Selatan. Lima tahun kemudian baru kalian evaluasi saya, kan gitu. Bayangkan, saya baru satu hari jadi gubernur sudah bilang ini terlalu tinggi, ini terlalu tinggi,” kesal NA, dihadapan media, Selasa kemarin.

Menanggapi pernyataan Gubermur NA tersebut, pengamat ilmu politik dan ilmu pemerintahan Universitas Bosowa Makassar, Arief Wicaksono. Arief mempertanyakan beberapa aspek kelayakan para staf khusus tersebut digaji dengan angka yang tinggi.

“Haknya memang Gubernur (untuk sementara hingga regulasi staf khusus ini jelas), dan untuk itu, mari kita menggunakan juga logika pak Gubernur. Apa iya, mereka pantas dibayar mahal?. Jangalah dulu prestasinya, apa expertise masing-masing orang itu? Mereka semua berasal dari mana?, Jangan sampai orang-orang itu justru kurang paham Sulsel?,” Kata Arief Wicaksono, Rabu (29/5).

“Kalau kata pak Gubernur, staf khusus itu saintifik karena memerlukan kajian akademik, lalu orang- orang itu pernah melakukan aktivitas akademik apa?,” sebutnya.

Bahkan Arief Wicaksono, mempertanyakan capaian atau kajian-kajian akademik yang dilakukan para staf khusus Gubermur dan wakil Gubernur dalam membantu pemerintahan.

Termasuk dirinya mempertanyakan keberadaan secara akademis yang dimiliki, Bunyamin Arsyad yang kerap disebut juru bicara Gubermur Sulsel.

“Terus itu staf ahli TGUPP kan juga saintifik, akademik juga, karena didalamnya para Profesor dan Doktor, itu selama ini hasil kajiannya bagaimana?. Terus kayak figur pak Ben (Bunyamin Arsyad) akademisnya apa yah?,” ungkap Arief Wicaksono.

“Terus mungkin yang paling penting, pak Gubernur ini kesannya kayak gak punya humas, setiap ada wacana dia yang tanggapi langsung, terus humasnya? Staf ahli dan staf khusus medianya? Jadi mereka kayak anak manis saja terima gaji?,” jelasnya. (*)

The post NA Sebut Gaji Staf Gubermur Tinggi Adalah Haknya, Pakar: Mereka Pantas Dibayar Mahal? appeared first on Maccanews.