Jokowi dan Prabowo Bisa Bertemu Jika Penuhi Syarat Ini

oleh
Kubu Prabowo Klaim Menang 62%, TKN: Itu Survei Tipu-Tipu

MACCA.NEWS – Pertemuan antara kubu pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dan pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dinantikan untuk mendinginkan suhu politik yang masih panas pasca-penetapan hasil Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kubu Jokowi sejauh ini berinisiatif membangun komunikasi dengan kubu Prabowo. Namun, inisiatif itu masih bertepuk sebelah tangan.

“Problemnya saya kira di Pak Prabowo. Seberapa besar keinginan dia untuk memulai komunikasi baru dengan Pak Jokowi. Ini kan bisa berbagai level sebetulnya. Baik tim sukses, staf khusus, atau siapa yang diminta untuk mewakili pihak Jokowi dan Prabowo. Sampai summit-nya nanti pertemuan puncaknya pada level kedua tokoh itu, Prabowo dan Jokowi. Ini Bukan masalah sederhana juga. Butuh dibuat prakondisi,” kata peneliti Saiful Mujani Research Consulting (SMRC), Sirojudin Abbas kepada SP, Senin (27/5/2019).

Sirojudin Abbas mengatakan selain prakondisi melalui orang-orang di lingkaran mereka, terdapat prasyarat terjadinya pertemuan Prabowo dan Jokowi yakni Prabowo menerima hasil Pemilu 2019. “Dugaan saya, kalau liat reaksinya sampai saat ini, kita belum melihat tanda-tanda kebesaran hati Pak Prabowo untuk mulai membicarakan rekonsiliasi ke depannya,” kata Sirojudin Abbas.

Demonstrasi pendukung Prabowo di depan Kantor Bawaslu pada 21 dan 22 Mei 2019 dinilai Sirojudin Abbas sebagai upaya kubu Prabowo menunjukkan posisi bargainingpolitiknya terhadap pemerintah. Melihat kondisi ini, Abbas memprediksi pertemuan Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf baru akan terjadi setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusan atas gugatan sengketa hasil pemilu yang didaftarkan kubu Prabowo akhir pekan lalu.

Namun Sirojudin Abbas mengingatkan, pertemuan ini tidak mungkin terjadi sepanjang belum terpenuhinya prasyarat dan prakondisi. Melihat substansi gugatan dan barang bukti yang diajukan ke MK, Abbas menilai, kubu Prabowo sudah semestinya membangun prakondisi pertemuan. “Dari sisi substansi gugatan ke MK tidak kuat, menurut saya. Jadi peluang mereka untuk memenangkan gugatan dengan tujuh tuntutan yang disampaikan saya melihat tidak kuat untuk bisa menganulir hasil pemilu kemarin. Jika Prabowo dan timnya punya niat cukup baik untuk menjaga keberlangsungan negara ini, menjamin keberlangsungan hubungan baik Prabowo beserta timnya dan Jokowi beserta timnya dan partai-partai politiknya, mestinya mereka mulai buat prakondisi itu dengan proaktif,” kata Sirojudin Abbas.

Sirojudin Abbas dengan lantang mengkritik sejumlah pernyataan yang dilontarkan Koordinator Jubir BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak maupun Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon terkait wacana pertemuan Jokowi dan Prabowo. Dengan pernyataan yang menyebut Jokowi bisa langsung mengontak Prabowo, Dahnil diniliai telah menghambat terjadinya pertemuan. Demikian pula halnya dengan pernyataan Fadli Zon yang menyinggung mengenai utusan Jokowi. Abbas mengingatkan, pernyataan sinis seperti yang dilontarkan Dahnil dan Fadli Zon justru menghambat rekonsiliasi nasional pasca-Pemilu.

Sirojudin Abbas mengatakan, terjadinya pertemuan saat ini berada di tangan Prabowo dan timnya. Dikatakan, dua pimpinan partai koalisi pendukung Prabowo-Sandi, yakni Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan sudah mengakui kemenangan Jokowi. Bahkan pengakuan serupa sudah disampaikan sejumlah pemimpin di dunia internasional. “Sekarang bola ada di Prabowo. Apakah mereka ingin dicatat dalam sejarah politik Indonesia sebagai pecundang atau politisi yang besar hati menerima hasil kompetisi, hasil demokrasi,” tegas Sirojudin Abbas.

Sirojudin Abbas mengatakan, menerima hasil pemilu bukan berarti mengabaikan segala bentuk kekecewaan yang dirasakan Prabowo bersama puluhan juga pendukungnya. Namun, Abbas mengatakan, kekecewaan tersebut dapat diekspresikan melalui jalur yang konstitusional, damai dan akademik. “Jika mereka ada koreksi terhadap proses penyelenggaraan pemilu misalnya, akademik bisa perbaiki itu dan juga di parlemen. Toh mereka punya orang juga di parlemen. Jadi mereka bisa Ikut jadi bagian dari pihak yang bertanggung jawab terhadap perbaikan ini,” papar Sirojudin Abbas. (**)

Sumber: beritasa.com

The post Jokowi dan Prabowo Bisa Bertemu Jika Penuhi Syarat Ini appeared first on Maccanews.