Bentuk Pertanggungjawaban Demokrasi, Caleg PAN Irwan: Saya Persilakan Partai PAW Jika Tidak Amanah

oleh
Bentuk Pertanggungjawaban Demokrasi, Caleg PAN Irwan: Saya Persilakan Partai PAW Jika Tidak Amanah

MACCA.NEWS– Calon DPRD Kabupaten Bulukumba dari Partai Amanat Nasional (PAN) Bulukumba, Irwan.SKM., M.Kes memiliki sikap politik yang terbilang berani. Dia menegaskan, sebagai bentuk pertanggungjawaban demokrasi, dia meminta kepada partai untuk memberikan punishment atau sanksi jika kelak terpilih dan terbukti tidak amanah.

Caleg Dapil 4 Bulukumba, meliputi Kecamatan Bontotiro, Herlang dan Kajang ini mengatakan, sebelum terdaftar sebagai Caleg, dirinya telah mantap mempersipkan bentuk pertanggungjawaban demokrasi.

“Sebagai Caleg tentu saya berani memberikan pertanggungjawaban demokrasi. Jangan khawatir memilih Irwan Caleg PAN nomor 7. Saya sudah sampaikan ke ketua partai saya, jika ada kritikan masyarakat yang saya wakili terhadap kinerja saya yang berdasarkan fakta-fakta, maka jangan segan memberikan punishment, jangan segan memberikan saksi bahkan sanksi pemecatan PAW kepada saya,” tegas Caleg beralatarbelakang akademisi ini, Sabtu (30/3/2019).

Olehnya, dia mengatakan, tidak perlu lagi ragu memilih Irwan pada Pileg 17 April 2019 mendatang. Pasalnya, jika aspirasi masyarakat tidak terakomodir dengan baik dalam setiap agenda perjuangannya di parlemen, bisa disampaikan dan dikeluhkan langsung ke partai tempat Irwan mengabdi.

“Jika tidak merepsentasikan keinginan masyarakat, maka tidak tepat lagi mewakili rakyat di DPRD. Itulah kenapa saya berani menyapaikan ke partai untuk memberlakukan punishment ke saya secara pribadi jika ada fakta-fakta keberpihakan saya tidak berdasarkan keinginan rakyat yang diwakili, jika misalnya besok diberi mandat oleh rakyat,” ujarnya.

Dia melanjutkan, dirinya memiliki misi besar membentuk kebijakan partisipatif dengan melibatkan masyarakat dalam meberikan masukan. Menurut dia, kegelisahan masyarakat yang ril adalah aspirasi yang disampaikan langsung. Olehnya, dia berkomitmen ada rumusan kebijakan yang aspiratif.

“Untuk menggapai harapan-harapan ini, tentu saya harus meminta bantuan kita semua. Tabe, kita bantuka,” tandasnya.(*)