TIM Dosen IISIP Yapis Biak 2018 Gelar Sosialisasi Pengelolaan Destinasi Wisata

oleh
TIM Dosen IISIP Yapis Biak 2018 Gelar Sosialisasi Pengelolaan Destinasi Wisata

MACCANEWS– Tim Dosen Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Yapis Biak menggelar kegiatan sosialisasi pengelolaan dan pengembangan destinasi wisata berbasis nomadic tourism.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Dosen IISIP YAPIS BIAK di Balai Kantor Kampung Yendidori.

Sosialisasi ini sebagai bentuk menjalankan tridarma perguruan tinggi.

Kegiatan in di buka langsung oleh Kepala Distrik Yendidori Daniel Aibekob, Dinas Pariwisata Endang Rahayu, Dosen IISIP YAPIS Biak Rijal, Krismiyati, Karina Arfany Arfah, Rani M.

Hadir pula peserta sosialisasi Kepala Kampung Yendidori, ketua PKK, pemuda gereja, tokoh agama dan masyarakat kampung yendidori.

Dosen Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Yapis Biak, Rijal mengatakan, kegiatan sosialisasi pengelolaan dan pengembangan destinasi wisata berbasis nomadic tourism ini merupakan tanggung jawab kita semua baik pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

“Pembangunan, pengelolaan dan pengembangan destinasi wisata adalah tanggung jawab bersama baik dari pemerintah, swasta dan masyarakat yang saling berkolaborasi sehingga destinasi wisata menjadi lebih baik dan perlu memperhatikan aspek daya tarik,” ungkap Rijal saat dikonfirmasi, Sabtu (17/11).

Ada beberapa pembangunan yang harus diperhatikan menurut Rijal, mulai dari layanan Transportasi, Akomodasi, Fasilitas dan pelayanan pendukung yang mampu menarik kunjungan wisatawan domestik maupun internasional.

“Kami berharap masyarakat maupun pihak-pihak yang terkait mampu memahami bagaimana pengelolaan dan pengembangan destinasi wisata yang ada dikampung,” tuturnya.

Terpisah, Dinas Pariwisata Biak, Endang Rahayu menyampaikan terkait Kebijakan pembangunan parawisata di Kabupaten Biak Numfor yang dimana di tahun 2018 ini, Dinas Pariwisata menargetkan pembagunan 10 destinasi wisata seperti Goa Jepang, Parai, Taman Burung, Saruri, Pantai Wari, Air Terjun, Catalina, Samares, Samber Pasi, dan Adoki.

“Sosialisasi ini menarik untuk bagaimana menyampaikan kepada masyarakat bahwa kita punya destinasi alam yang luar biasa, kami turut mengapresiasi kegiatan ini,” tambahnya. (*)