Gandeng REI, Pemprov Sulsel Bakal Bentuk Forum Percepatan Sejuta Rumah

oleh
oleh
Gandeng REI, Pemprov Sulsel Bakal Bentuk Forum Percepatan Sejuta Rumah

MACCANEWS– Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Nurdin Abdullah (NA) menerima kunjungan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan di Jalan Urip Sumohardjo, Kamis (27/9). Dalam pertemuan tersebut Pemprov-REI Bakal membuat forum percepatan program sejuta rumah.

Wacana tersebut mengemuka seusai pengurus DPD REI Sulsel melakukan audiensi dengan Gubernur Sulsel. Audiensi ini untuk menyampaikan progres pembangunan perumahan di Sulsel beserta kendala yang dihadapi. Salah satunya, terkait langkah mengatasi berbagai kendala dalam mewujudkan program nasional pembangunan sejuta rumah. Apalagi, Sulsel masih dikejar untuk penyelesaian target.

“Kita minta buat forum untuk percepatan program sejuta rumah. Semacam kumpulan pengambil kebijakanlah seperti di dalamnya ada BPN, PLN, dinas perumahan, sama REI sendiri, ada satu wadah untuk menyampaikan semua keluhan kita,” sebut Sadiq.

Forum ini diharapkan mampu mempersatukan mereka untuk menyampaikan segala hambatan. Kemudian secara bersama-sama memberikan solusi dan program seperti apa yang bisa disinergikan. Rencananya forum ini bisa digelar sesegera mungkin.

Sadiq menyebutkan Gubernur Sulsel juga akan hadir secara langsung dalam kegiatan perdana dan merespon sangat positif.

Sadiq menyampaikan, dari data REI Sulsel backlog (selisih pasokan dan permintaan rumah) saat ini mencapai 340 ribu untuk tahun 2017. Dan diperkirakan hingga Desember mendatang sudah sampai 500 ribu,” tutur Sadiq.

Dipaparkan olehnya, untuk Sulsel sendiri, diberi target 20.000 pembangunan rumah. Namun hingga saat ini pembangunannya sudah mencapai 13.000 rumah. Seluruh Indonesia sejuta rumah. Sulsel REI ditarget 20.000 unit.

Dia menyebut tantangan pencapaian targetnya sendiri pada umumnya keterlambatan perizinan.

“Perizinan, yang bukan juga berbelit-belit, tapi perizinan yang tidak ada pakemnya seperti apa sebenarnya. Seharusnya ada keseragaman mulai persyaratan sampai jangka waktunya, bahwa izin kita sudah harus keluar atau tidak,” ujarnya.

Sementara, Gubernur Sulsel NA menyampaikan, dalam masa kepemimpinannya, program 100 hari kerjanya kedepan memang menyederhanakan sistem birokrasi, termasuk mempermudah layanan perizinan. Sehingga segala bentuk program diharapkan sekaligus mempermudah dunia usaha.

“Solusinya program 100 hari kita kita coba simpelkan semua, proses memudahkan kerjasama makanya kita mau nanti di coffee morning kita ajak mereka semua, karena kita lengkap di situ, mereka juga hadir menyampaikan keluh kesahnya,” pungkas NA.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.