Partai Garuda Gowa; Jalan Senyap yang Tak Sepi

oleh
Partai Garuda Gowa; Jalan Senyap yang Tak Sepi

MACCANEWS-  Tepatnya, 17 Juli 2018 adalah batas akhir pendaftaran Bakal Calon ke Komisi Pemilihan Umum di segala tingkatan. Tak ketinggalan Partai yang baru lolos Pemilu dengan logo Garuda mengepakkan sayap, menegaskan identitas sebagai Partai Gerakan Perubahan Indonesia yang disingkat Garuda.
Khusus di Gowa, partai yang dikomandoi pengacara muda ini memilih jalan senyap, berjibaku di arus bawah, memilih tokoh muda milienial, menyeleksi kaum perempuan tangguh, menjadikannya tokoh yang kelak akan kokoh bersama rakyat menyuarakan perubahan.
Jalan senyap itu rupanya tak sunyi. Terbukti, sejak pendaftaran Parpol untuk jadi peserta pemilu 2019 yang di mulai  akhir tahun lalu, Partai Garuda adalah salah satu Partai pendatang baru yang cukup menyita perhatian publik secara nasional.
Partai besutan Ahmad Ridha Sabana dan Abdullah Mansuri sebagai Sekjen ini, marak diperbincangkan pada kalangan masyarakat Gowa. Bagi masyarakat Gowa, partai ini muncul tanpa embel embel yang bombastis di beberapa stasiun tv nasional atau media-media lokal bacaan masyarakat Sulsel.
Tak heran Partai ini nyaris tak dikenal, namun jalan senyapnya mampu membawanya lolos sebagai Partai peserta pemilu dengan berbagai tahapan verifikasi dari penyelenggara.
Ketua DPC Partai Garuda Gowa Muhammad Bachtiar, mengakui jika Partainya memang sampai hari ini belum pernah tampil vulgar di media, namun bukan berarti sekarang partainya krisis identitas dan tidak dikenali.
“Salah satu bukti adalah kami kebanjiran pendaftar Bacaleg, mungkin di Gowa kami satu satunya Partai baru yang mampu memenuhi kuota bacaleg di tiap dapil yang ada,” selorohnya melalui sambungan telpon.
Atho, sapaan akrabnya, memang patut berbangga, bagaimana tidak? Pada batas akhir pendaftaran Bacaleg kemarin, semua kouta terisi, 45 Bacaleg resmi didaftarkannya semuanya anak muda milenial potensial, bahkan 50 persen diantaranya adalah generasi penerus Kartini.
Tak hanya itu, pihaknya bahkan masih punya cadangan Bacaleg pengganti untuk di tiap dapil.
“Ini untuk mengantisipasi hasil verifikasi berkas bacaleg setelah masa perbaikan,  31 Juli mendatang,” ujarnya.
Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI SulSel) ini mengaku siap bertarung dan siap merebut kursi di tiap dapil dengan cara cara berpolitik yang santun.
“Orang boleh mencibir kami, tapi kami siap berikan kejutan kejutan selanjutnya demi perubahan di Gowa. Jalan senyap kami tak pernah sunyi,”  tutur pria penikmat kopi ini.
Oh iya, satu kejutan lagi, meski Atho memimpin DPC Garuda Gowa, namun dia tak bertarung merebut kursi parlemen di Kab Gowa. Atas usahanya mengawal jalan senyap, para kader Garuda Gowa ramai-ramai mengusungnya untuk merebut kursi parlemen Urip Sumohardjo DPRD Provinsi Dapil Gowa Takalar.
Menanggapi dorongan itu, Atho mengaku akan bekerja dan memanfaatkan semua potensi yang ada di Partai.
“Kami akan meyakinkan  masyarakat gowa, baik secara personal maupun secara kelembagaan partai. Yang pasti jangan Jumawa dan merendahlah serata tanah agar kita tetap bersama Rakyat,” katanya.
Sebelum menutup, Atho menambahkan pesannya kepada segenap masyarakat Gowa agar jangan mencari kader Garuda Gowa di TV, sebab mereka telah berada di tengah masyarakat. “Karena Kemerdekaan Indonesia direbut dengan perang gerilya. Salam perubahan!!!,” tandasnya. (*)