‘Kolom Kosong’ Tak Punya Akses Untuk Curang

oleh
Pengamat: Lawan dan Laporkan Politisasi Program Kementan di Pilgub Sulsel

MACCANEWS-  Kemenangan kolom kosong atas calon tunggal di pilkada kota Makassar, adalah sejarah baru dalam perjalanan demokrasi yang sudah berlangsung sejak lama. Bahkan dengan sadar masyarakat menyebutnya kemenangan kolom kosong murni sesuai pilihan nurani masyarakat kota Makassar.

Hal itu dikatakan relawan kolom kosong, Awi, dirinya menyebutkan kemenangan kolom kosong murni lahir dari nurani rakyat. Bahkan Awi juga mengatakan program atau tawaran Poltik pasangan tunggal, Munafri Arifudin-Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) belum mampuh meyakini nurani masyarakat untuk membawa kemajuan di kota Makassar pada lima tahun akan datang.

“Kecerdasan dan kematangan masyarakat kota Makassar dalam berdemokrasi telah terbukti dengan memenangkan kolom kosong. Mungkin saja masyarakat menilai program dan tawaran politik pasangan Appi-Cicu belum bisa meyakinkan masyarakat akan membawa perubahan yang membawa kemajuan di masa akan datang,” ujar Awi, Jumat (6/7/2018) dinihari.

Bahkan Awi mengungkapkan KPU kota Makassar tidak mensosialisasikan kolom kosong sebagai pilihan yang sah dalam pemilihan kepala daerah.

“KPU Sebenarnya tidak menjalankan aturan yaitu, KPU tidak pernah mensosialisasikan keberadaan dan kebenaran kolom kosong kepada masyarakat. Karena kolom kosong adalah pilihan yang sah dalam ketika pemilihan kepala daerah dilaksanakan,” ungkapnya.

Awi juga menambahkan jika upaya curang dari kolom kosong adalah hal mustahil. Sebab, menurutnya kolom kosong tidak memiliki saksi yang bertanggung jawab atas proses pilkada berlangsung.

“Kolom kosong tak punya akses untuk curang, sebab tidak memiliki saksi di TPS. Sekali lagi kolom kosong murni pilihan rakyat yang datangnya dari nurani rakyat,” pungkasnya. (*)