Ini Makna Gelar Adat Luwu yang Diberikan ke Pejabat Gubernur Sulsel

oleh
Ini Makna Gelar Adat Luwu yang Diberikan ke Pejabat Gubernur Sulsel

MACCANEWS-  Istana Kedatuan Luwu menganugerahkan gelar adat “To Palindrungi” kepada Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan, Soni Sumarsono dalam kunjungannya ke tanah Luwu.

Datu Luwu, Andi Maradang Mackulau, Opu To Bau menyambut langsung Soni Sumarsono dan rombongan.

Penganugerahan dilakukan di Istana Langkanae. Prosesi ini dilaksanakan oleh Makole Baebunta Andi Masita Kampasu, dengan memasangkan Sigerra atau Mahkota kepada Pj Gubernur, yang dilanjutkan pemberian Tappi atau Keris Kerajaan.

Penyambutan Pj Gubernur Sulsel diawali dengan tarian adat kemudian dibawa ke tenda keemasan Ripasessu Ri Manrawe, melewati 9 batang bambu berwarna warni dan kemudian dilakukan ripabissa aje atau membasuh kaki, ri pasitengkereng lawolo atau dialog sakral bahasa bissu lanjut ripallejja tana menroja atau memoles kaki dengan tanah hingga prosesi adat ripattuddu umpa sikati yakni menghentakkan kaki di periuk tanah.

Datu Luwu, dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih atas kunjungan Pj Gubernur Sulsel di Istana Kedatuan Luwu. “Terima kasih ada kunjungan Pj Gubernur di Tana Luwu dan menginjakan kaki di Istana Kedatuan Luwu. Ini sebuah bentuk penghormatan bagi masyarakat Luwu dan kami pula memberikan penghormatan dan penghargaan kepada Pj Gubernur,” ujarnya.

Datu Luwu menjelaskan secara singkat bahwa gelar Kedatuan Luwu “To Palindrungi” yang bermakna “sebagai pelindung” merupakan bentuk sikap Pj Gubernur selama memimpin Sulsel. Menurutnya, Soni Sumarsono berhasil membawa Sulsel damai dan aman jelang dan pasca pilkada serentak.

“Beliau mampu melindungi masyarakat Sulsel khususnya di Luwu meski Palopo dan Luwu masuk dalam zona merah Pilkada kemarin,” ujarnya.

Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Soni Sumarsono menyampaikan, bahwa apa yang diterimanya tersebut bukanlah hanya gelar semata tetapi didalamnya bermakna sebagai insan pelindung dan pengayom negeri. Soni pun mengatakan jika dirinya senantiasa ikut serta bertanggung jawab dalam menjaga harkat martabat Luwu.

“Saya berkomitmen menjaga marwah gelar ini kapanpun dan dimanapun. Saya mengenal Luwu, tapi hanya lewat lembaran saja tetapi sekarang saya sudah mengemban amanah dari Luwu. Sebagai manusia dimanapun juga dengan gelar baru ini, bisa menjadi pemimpin yang bisa mengayomi dan melindungi,” kuncinya. (*)