Festival Kopi International di Sulsel Bakal Diikuti 10 Negara

oleh
Festival Kopi International di Sulsel Bakal Diikuti 10 Negara

MACCANEWS- Sebanyak 10 negara penghasil kopi terbaik dunia, asosiasi perkopian, UMKM, barista dan penikmat kopi akan berkumpul di Hotel The Rinra Makassar pada 28-30 September hingga puncak acara pada 1 Oktober.

Kehadiran mereka akan memeriahkan perayaan Hari Kopi Internasional 2018. Sulsel menjadi tuan rumah penyelenggaraan, dimana tahun sebelumnya dilaksanakan di Palembang.

Kadis Perindustrian Sulsel, Ahmadi Akil mengatakan, kegiatan ini nantinya memperkenalkan ke dunia international, bahwa di Sulsel lah daerah penghasil kopi terbesar. Bahkan, mashurnya kopi arabika merupakan kopi asal Toraja, Sulsel.

Apalagi, tidak dipungkiri dari total produksi 91 ribu ton atau 8,9 % dari produksi dunia posisi Indonesia diurutan ketiga. Dari jumlah tersebut, Sulsel menyumbang sekitar 12,5% dari pengembangan kopi jenis arabika dan robusta dengan kopi Toraja dan Kalosi yang dihasilkannya.

“Untuk mengangkat kemasyuran kopi Toraja tersebut, maka digelar event skala international ini. Apalagi, nantinya akan diperkenalkan kopi mulai dari proses pemetikan sampai dengan penyajian yang diharapkan mampu memberikan edukasi dan hiburan tersendiri bagi pengagum ‘Black Pearl’ asal Toraja dan Enrekang,” ujarnya, dalam rapat kordinasi persiapan pelaksanaan Hari Kopi International, di Grand Celino Hotel Senin, (30/07/2018).

Kata dia, momentum ini tentu dimanfaatkan untuk mempromosikan dan mensosialisasikan kopi kebanggaan Sulawesi Selatan khususnya kopi yang berasal dari Tana Toraja, Enrekang dan kabupaten lainnya di Sulawesi Selatan.

Dijelaskan Ahmadi Akil, ragam kegiatan akan dihelat mulai dari barista competition hingga pasar Kopi sebagai ajang promosi daerah penghasil kopi terkenal yang ada di Indonesia seperti Tana Toraja, Enrekang, Aceh dan Kota/Kabupaten lainnya yang ada di Indonesia.

“Kami juga menyelenggarakan Coffee Village berupa bazzar Kopi Shop yang diikuti oleh Kopi Shop terkenal di Indonesia, serta menghadirkan para Barista dari masing–masing kopi shop dan disajikan gratis untuk dinikmati oleh para tamu undangan dan pengunjung,” terangnya.

Tak hanya itu, akan ada tour perkebunan kopi mulai dari berwisata keliling perkebunan kopi untuk melihat proses produksi kopi dari hulu sampai hilir hingga ke proses pengemasan kopi.

“Ada juga Park Discussion yang menjadi moment di mana para barista dapat saling berbagi informasi baik seputar bidang yang mereka geluti atau hal penunjang lain. Dalam sesi ini juga dapat di manfaatkan oleh Dinas Perindustrian Provinsi Sulsel untuk berbagi seputar pengolahan sampai pemaketan kopi yang berstandar international untuk produk,” paparnya.

Ahmadi Akil memaparkan, nantinya juga akan ada peresmian Centra Kopi, dimana Dinas Perindustrian Sulsel akan mewadahi penghasil dan Industri Kopi dalam satu area Centra Kopi di daerah Kabupaten Soppeng.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Sulsel, Abdullah Rahmat mengungkapkan, memang produksi kopi Sulsel semakin diminati, tidak saja pasar ekspor tapi juga pasar dalam negeri. Makanya, saat ini ekspor sudah turun karena banyak dimanfaatkan didalam negeri.

“Kebanyakan kopi kita sudah di mix untuk kebutuhan konsumsi dalam negeri, ditopang pula dengan semakin banyaknya usaha kafe yang buka,” paparnya. (*)