Saatnya Tunjukkan Harga Diri Orang Sulsel Tak Bisa Dibeli ‘Andalan Cukong’

oleh
IYL-Cakka: Harga Diri Orang Sulsel Tak Mudah Dibeli  ‘Cukong’

MACCANEWS– Pilgub Sulsel memasuki fase akhir. Tepat Pukul 07.00 WITA hingga Pukul 13.00 Wita, Rabu 27 Juni 2018, jutaan rakyat Sulsel akan menentukan pemimpinnya.

Sulsel yang dibawah kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo mengalami kemajuan pesat, tak boleh jatuh ke andalan ‘cukong’, apalagi yang hobi melakukan korupsi. Rakyat Sulsel harus berani menunjukkan jati diri, bahwa “uang dan kecurangan’ andalan cukong tak punya tempat di Sulsel.

“Saatnya kita tunjukkan kekuatan, bahwa Sulsel tempatnya para pejuang. Bukan tempat para cukong,” tandas Aktivis Pemuda Muhammadiyah, Rizal, Selasa (26/6/2018).

Ia menyerukan, sangat bahaya jika Sulsel dikuasai para cukong. Sebab pemimpin yang dibiayainya, diyakini akan tunduk dan di bawah telunjuknya. Dampaknya, masa depan anak cucu kita tergadai.

Sekadar diketahui, beredar informasi jika ‘cukong’ dari luar Sulsel kini sudah memasukkan dananya ke sejumlah daerah untuk melakukan politik uang dan kecurangan. Disinyalir uang yang jumlahnya diduga sampai ratusan miliar, kini sudah diangkut ke daerah daerah selama dua hari terakhir.

Uang segar dari ‘cukong’ ini kabarnya sebagai bentuk bantuan ke salah satu andalannya. Tapi itu bukan gratis. Melainkan bentuk perjanjian untuk menguasai ‘kekayaan alam’ di Sulsel jika kelak andalannya terpilih.

Istilah cukong memang makin akrab belakangan ini. Apalagi, tiga pasangan sering menyebut dan menyindir ada cukong. Mulai dari NH-Aziz, IYL-Cakka, maupun Agus-TBL.

Aziz Qahhar, bahkan sempat memberi pernyataan sindiran mengenai helikopter. Menurutnya, heli yang digunakan NH selama ini murni di sewa.

Bukan heli milik “cukong” seperti yang digunakan kandidat tertentu. Meski tidak menyebut nama, tapi hanya dua kandidat yang selama ini sering naik heli, yakni NH dan NA.

Khusus NA, sejak maju berpasangan dengan Sudirman Sulaiman, memang setiap saat menggunakan helikopter ke kabupaten/kota. Heli tersebut disebut-sebut milik pengusaha yang sering dianggap “kontroversial” asal Kalimantan, Hisam.##

Untuk diketahui, sewa helikopter per tiga jam, biasanya 40-50 juta. Lalu jika dihitung atau dikalkulasi penggunaan heli NA yang hampir setiap hari selama lima bulan terakhir, angkanya bisa mencapai puluhan miliaran.

Meski demikian, kubu NA selalu menyebut jika itu tidak di sewa, melainkan pinjaman. Lantas, apa timbal balik dari pinjaman tersebut? Silakan publik Sulsel menyimpulkan sendiri. (*)