Pengamat Sosial Nilai Peluang Appi-Cicu kian Menipis, Ini Alasannya?

oleh
Pengamat Sosial Nilai Peluang Appi-Cicu kian Menipis, Ini Alasannya?

MACCANEWS – Sejumlah kalangan Akademisi memprediksi bahwa jaringan pemilih kolom kosong bakal lebih kuat dibanding jaringan Pasangan Calon tunggal yang ada dalam surat suara Pilkada Makassar nantinya.

DR Munawir Kamaluddin, pakar masalah sosial dari Universitas Negeri Makassar, mengemukakan penguatan jaringan kolom kosong terus meningkat salah satunya dipicu oleh banyaknya figur atau tokoh Sulawesi Selatan yang juga berminat untuk maju bertarung pada
Pilwalkot Makassar.

Munawir melanjutkan bila kolom kosong menang, maka Pilwalkot Makassar dinyatakan tidak ada pemenang dan terbuka kesempatan bagi tokoh lainnya untuk ikut sebagai calon pada Pilwakot Makassar yang dijadwalkan berikutnya yakni 2020.

Jika kolom kosong menang pada Pilwakot 2018, Ada beberapa tokoh yang perpengaruh dan memiliki kans untuk maju pada Pemilihan Walikota Makassar 2020 diantaranya Selain Moh Ramdhan Danny Pomanto (Wali Kota Makassar) , ada Irman Yasin Limpo (adik kandung mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo).

Rusdin Abdullah (pengusaha yang juga Pengurus Partai Golkar Sulsel), Aliyah Mustika (anggota DPR RI dari Partai
Demokrat), Syamsu Rizal (Wakil Wali Kota), Andi Mustaman serta figur lainnya.

Beberapa tokoh ini, kata Munawir ,memiliki jaringan massa sehingga tokoh yang punya niat untuk ikut bertarung pada Pilwakot Makassar 2020 maka akan tergerak untuk mendorong jaringan massanya untuk memilih kolom kosong dan memenangkan kolom kosong pada Pilwalkot Makassar.

“Ini bias saja terjadi, karena tiap figur pasti punya keinginan untuk maju Pilwalkot Makassar ,apalagi pernah memasang baliho bergambar dirinya,”kata Munawir. (Wan)