Ini Pesan ketua AMK Sulsel di Hari Kesaktian Pancasila

oleh
Ini Pesan ketua AMK Sulsel di Hari Kesaktian Pancasila

MACCANEWS- Ketua Angkatan Muda Ka’bah (AMK) Sulsel, H.Rachmat Taqwa Quraisy menyampaikan pesan agar pemuda Indonesia khususnya pemuda di kota Makassar dalam memaknai Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap 1 Oktober tidak hanya bermakna atau menjadi seremonial semata.

“Pancasila harus menjadi dasar negara yang dapat ditransformasikan dalam kehidupan bernegara,” katanya, H.Rachmat Taqwa Quraisy, Jumat (1/6/2018).

Rachmat Taqwa menjelaskan, bahwa Pancasila harus dipraktekkan oleh para pejabat negara dan juga warga negara Indonesia. Bukan hanya sekedar disakti-saktikan, namun harus menjadi landasan nilai dalam mengimplementasikan kehidupan bernegara.

Nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila itu seperti nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, nilai kerakyatan yang khidmat dan musyawarah, serta nilai keadilan. Kesemuanya memiliki makna yang cukup penting dalam kehidupan bernegara.

Dirinya mengutip pesan Bung Karno agar rakyat Indonesia jangan pernah melupakan sejarah . Rakyat Indonesia harus belajar dari pengalaman sejarah, khususnya dalam peristiwa Gerakan 30 September PKI.

Yang mana pada peristiwa G30 SPKI, komunis telah beberapa kali melakukan pemberontakan terhadap keutuhan bangsa Indonesia. Dan, hal itu jelas bertentangan dan melawan nilai-nilai leluhur yang ada di dasar negara Indonesia.

Dirinya memandang pentingnya penguatan Pancasila sebagai Dasar Negara dan sumber nilai dan etik yang memandu dan mempersatukan bangsa Indonesia dalam mencapai tujuan nasional Indonesia, yang sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

Terlepas dari hal itu, Rachmat Taqwa Quraisy juga berpesan kepada generasi muda untuk tidak memotong arus nilai dalam beragama, nilai dasar Pancasila, dan juga budaya leluhur.

“Bagi generasi baru, meskipun hidup di era baru, namun tetap tidak melupakan fundamental agama, nilai dasar pancasila, maupun budaya leluhur dalam berperilaku dan berinteraksi sebagai warga bangsa,” pungkasnya. (*)