Terpilih Jadi Bupati, Amran Tak Ingin Peras Guru dan PNS Lewat Sumbangan

oleh
Terpilih Jadi Bupati, Amran Tak Ingin Peras Guru dan PNS Lewat Sumbangan

MACCANEWS– Memaknai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei, Pasangan Amran Mahmud-Amran SE (PAMMASE) bertekad untuk meningkatkan mutu pendidikan, sekaligus kesejahteraan tenaga pendidik.

Selain program pendidikannya yang tertuang di visi-misinya memajukan Wajo, pasangan nomor urut 1 ini berkomitmen untuk tidak menjadikan PNS dan Guru sebagai “sapi peras” yang setiap saat harus menyumbang.

Baik Amran Mahmud maupun Amran SE sependapat, membebani guru dan PNS dengan iuran atau sumbangan liar di setiap momentum merupakan bagian dari prilaku korupsi. Sebab mengambil keuntungan yang bukan hak kita.

“Cara-cara seperti ini harus kita hilangkan. Kasihan guru dan PNS kalau di setiap ada kegiatan atau momentum, mereka dimintai berbagai jenis sumbangan liar,” terang Amran Mahmud saat dikonfirmasi, Kamis 2 Mei 2018.

Amran banyak mendapat informasi dan keluhan mengenai pungutan atau sumbangan liar. Olehnya itu, ia berkomitmen memperhatikan keluhan tersebut.

Selain itu, Amran Mahmud yang juga berlatarbelakang akademisi, berkomitmen untuk menghilangkan pungutan liar di sekolah-sekolah. Hal ini dianggap penting guna mengurangi beban orang tua siswa.

“Jangan karena biaya, anak-anak kita tidak menikmati pendidikan. Pemerintah harus hadir dan memastikan mengenai pendidikan gratis, tapi tetap berkualitas,” paparnya.

Bukan hanya itu, PAMMASE yang diunggulkan lembaga survei nasional memenangkan Pilkada Wajo, juga akan mendorong peningkatan infrastruktur sekolah. Termasuk di pelosok-pelosok.

Menurut Amran, pemerataan guru sampai di pelosok-pelosok, serta memberikan fasilitas khusus bagi guru yang mengabdi di pelosok wajib harus dijalankan Pemerintah kelak. (*)