Kotak Kosong lebih bebahaya dari pada melawan DIAmi di TPS

oleh
Tegakkan Aturan, KPU Harus Ikuti Putusan Panwaslu

MACCANEWS- Pasangan Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) sepertinya harus berpikir ulang melanjutkan strategi skenario kotak kosong di Pilwalkot Makassar.

Ternyata melawan kotak kosong lebih berat daripada melawan rivalnya secara langsung di bilik TPS berdasarkan pasal 22 PKPU nomor 13 tahun 2018 pasangan tunggal dinyatakan sebagai pemenang jika mendapatkan suara diatas 50%.

Fakta ini menguak dalam diskusi bertema “Dirugikan PTTUN, Masih Solidkah Tim DIAmi?” di Warkop 115 Toddopuli Makassar, Minggu (1/4/2018), yang diselenggarakan oleh grup whatsapp Political Newsl.

“Melawan kotak kosong itu sama dengan melawan hantu politik. Dan melawan hantu politik itu lebih rumit daripada melawan orangnya sendiri. Karena selain susah dideteksi pergerakan para simpatisan kotak kosong, simpati suara rakyat ke DIAmi juga akan semakin kuat karena melihat ada pihak yang dizalimi oleh kekuatan tertentu,” kata Pakar Politik dari Universitas Muhammadiyah, Arqam Azikin.

Ia menjelaskan, soliditas tim pasangan Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) akan semakin kuat bila putusan MA dimenangkan oleh Appi-Cicu. Apalagi bila skenario kotak kosong terwujud, maka Danny akan kembali menjabat Walikota Makassar sampai 2019 nanti.

Prediksi Arqam ini diperkuat dengan pernyataan dari semua partai politik pendukung DIAmi yakni Demokrat, PKB, PSI, Perindo, dan Partai Berkarya.

Lima parpol ini memastikan akan mengkampanyekan kotak kosong

Jika pak Danny gagal mengikuti pilwalkot, underdog efek ini akan menjadi dasyat. Empati publik akan sangat besar sekali dan itu akan jauh melampaui downgrading efek yang dibangun oleh Appi-Cicu. PSI dan seluruh partai pendukung DIAmi akan berada di garda terdepan untuk mengobarkan semangat underdog efek ini,” tandas Fadli Noor dalam diskusi tersebut. (*)