Masa Pandemic, SAdAP Sarankan Belajar Via Online Terapkan Sistem Shift

oleh
Masa Pandemic, SAdAP Sarankan Belajar Via Online Terapkan Sistem Shift

MACCANEWS –  Tokoh masyarakat Makassar yang juga kandidat Walikota Makassar,  Syarifuddin Daeng Punna tokoh masyarakat Makassar mengemukakan pandangannya terkait sistem pendidikan yang di terapkan selama masa pandemi covid 19.

Pria yang akrab disapa SAdAP ini menilai bahwa metode belajar dengan sistem daring tidak efektif dalam membangun sumberdaya manusia anak didik khususnya pada bidang moralitas dan agama.

Olehnya itu peran orang tua sangat di harapkan untuk mengarahkan anak di rumah, agar perubahan psikis mereka tetap pada rel-rel yang sesuai dengan norma yang berlaku.

“Melihat kondisi bangsa kita hari ini, sistem belajar online justru menciptakan banyak masalah, salah satunya anak-anak kita yang masih duduk di bangku SD di arahkan pada sistem teknologi virtual yang dimana dasar-dasar penggunaan aplikasi teknologi dapat berdampak luas pada pribadi anak. Dan lebih parahnya lagi kondisi seperti ini justru memunculkan beragam spekulasi dan ketakutan akan perubahan karakter generasi bangsa ini,” ungkap SAdAP dalam pesan what’s app, Kamis (23/7).

Selain itu juga, kata kandidat Walikota Makassar ini, anak-anak didik yang tidak mampu secara ekonomi tentu akan sulit mengikuti cara belajar online karena perangkat online berupa laptop atau Handphone berlabel android bagi orang tua mereka cukup membebani apalagi biaya pembelian kuota internet dan lain lain sangat sungguh membebani.

Termasuk anak didik yang memiliki keterbatasan orang tua yang sibuk dengan urusan-urusan kantor, maka sulit dilakukan kontrol, olehnya itu para guru mesti mencari variabel atau metode selain belajar daring yang hemat banyak orang tua wali tidak begitu efektif membentuk karakter siswa, hal ini berkaitan keluhan dari orang tua siswa yang beredar di sosial media.

Salah satu cara untuk mengakomodir saran dari para orang tua murid bisa di lakukan model belajar mengajar secara tatap muka menggunakan shift, misalnya jumlah siswa dalam satu ruangan kelas ada 40 orang, maka bisa di bagi dalam tiga shift dengan durasi dua jam per shift dengan aturan protokol kesehatan, menjaga kebersihan diri, artinya sistem seperti ini bisa dilakukan tergantung dari kesepakatan sekolah dengan komite sekolah yang di dalamnya bergabung wali siswa.

Sebenarnya Dengan sistem belajar online metode penilaiannya juga tidak mengacu pada perkembangan kognitif, Afektif dan Psikomotorik anak yang seharusnya mengalami perubahan melalui metode pembelajaran secara langsung di sekolah.

Sebagai Solusi, kata Ketua Dewan Pembina Ormas Laskar Merah Putih (LMP) Sulsel, disinilah peran orang tua menjadi sangat penting untuk memberikan pendidikan moral dan agama selama masa belajar online di masa pandemi ini berlangsung.

“Orang tua menjadi garda terdepan bagi terbentuknya karakter anak yang terpaksa harus belajar dari rumah,” tutup SAdAP. (*)

The post Masa Pandemic, SAdAP Sarankan Belajar Via Online Terapkan Sistem Shift appeared first on Maccanews.