Sektor Pendidikan tak Berkualitas, Muslimin Bando Dinilai Gagal Jadi Bupati dan Pimpinan Muhammadiyah

oleh
oleh
Sektor Pendidikan tak Berkualitas, Muslimin Bando Dinilai Gagal Jadi Bupati dan Pimpinan Muhammadiyah

MACCA.NEWS- Selain dugaan korupsi dan membangun dinasti politik yang membuat masyarakat kabupaten Enrekang menilai pemerintahan dibawa kepemimpinan Bupati Enrekang, Muslimin Bando mempermainkan sumpah jabatannya. Kini Muslimin Bando gagal memajukan sektor pendidikan di kabupaten Enrekang.

Selain menjabat Bupati, Muslimin Bando juga sebagai ketua DPD Muhammadiyah dan seorang berlatarbelakang Guru.

Mengapa tidak, mahasiswa kampus STKIP Muhammadiyah kabupaten Enrekang yang seharusnya diwisuda tahun 2017 lalu tak kunjung mendapat gelar dan ijazah karena belum diwisuda. Padahal mereka ingin memanfaatkan ijazah mencari pekerjaan.

Tokoh masyarakat kabupaten Enrekang, Andi Hendra menjelaskan jika Bupati Enrekang, Muslimin Bando harus bertanggung jawab akan nasib mahasiswa STKIP Muhammadiyah yang tidak kunjung diwisuda.

“Pak Muslimin Bando mempermalukan dirinya sendiri sebagai Bupati dan pimpinan Muhammadiyah. Mahasiswa STKIP Muhammadiyah yang seharusnya di wisuda tahun 2017 sampai saat ini belum di wisuda. Padahal para mahasiswa ingin memanfaatkan ijazah untuk mencari pekerjaan. Alasan para mahasiswa tidak diwisuda karena menunggu STKIP Muhammadiyah berubah status menjadi Universitas,” kata Andi Hendra, Senin (18/11/2019).

Andi Hendra menambahkan jika Muslimin Bando gagal memimpin kabupaten Enrekang dan gagal menjadi pimpinan DPD Muhammadiyah kabupaten Enrekang. Sebab banyaknya beberapa pembangunan yang telah dianggarkan menuai maslah terjadinya indikasi korupsi.

“Masalah internal Muhammadiyah saja Muslimin Bando tidak becus mengatasinya, apalagi persoalan jabatan Bupati. Kita lihat sekarang pembangunan di kabupaten Enrekang tidak ada yang tuntas, padahal anggarannya ada. Indikasi korupsi juga makin mencuat terjadi,” pungkasnya.

STKIP Muhammadiyah merupakan kampus swasta, namun saat ini menggunakan fasilitas milik pemerintah kabupaten Enrekang seperti menjadikan kantor Bupati lama yang terletak di Buttu Cui sebagai tempat proses belajar. Sementara kampus Negeri yaitu, Politeknik Ilmu pertanian merupakan kampus kelas jauh Politeknik Pertanian Pangkep sudah dibubarkan oleh Bupati Muslimin Bando.

Padahal, Bupati sebelumnya bersusah payah menghadirkan kelas jauh Politeknik Negeri Ilmu Pertanian di kabupaten Enrekang . Mengingat Kabupaten Enrekang daerah Pertanian, kehadiran Politeknik Negeri Ilmu Pertanian sangat dibutuhkan di kabupaten Enrekang untuk menggenjot sumber daya manusia di bidang Pertanian. (*)

The post Sektor Pendidikan tak Berkualitas, Muslimin Bando Dinilai Gagal Jadi Bupati dan Pimpinan Muhammadiyah appeared first on Maccanews.

No More Posts Available.

No more pages to load.