Tukar Guling SD Sudirman Mendapat Penolakan Legislator PAN dan Golkar Makassar

oleh
Tukar Guling SD Sudirman Mendapat Penolakan Legislator PAN dan Golkar Makassar

MACCANEWS-  Rencana tukar guling atau ruislag SD Negeri Sudirman oleh PT Bosowa Grop kembali bergulir. Namun rencana tersebut ditolak anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar asal Partai Golkar dan PAN.

Selain penolakan dari legislator Makassar, rencana tersebut mendapatkan kecaman dari sejumlah pihak, terutama dari orang tua siswa dan para alumni SDN Sudirman Makassar.

“Saya sebagai alumni menolak keras rencana ini. Perlu diingat, SD Sudirman salah satu bukti sejarah kota Makassar, bawah SDN Sudirman adalah sekolah unggulan. Dulunya hanya dua SD unggulan, Sudirman dan Mangkura,” pungkas Himsyah, alumni angkatan 91, Jumat (4/5/2018).

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan asal Partai Golkar, Abdul Wahab Tahir menegaskan rencana tukar guling SDN Sudirman dengan PT Bosowa Grop seharusnya dipertimbangkan matang-matang.

Banyak faktor yang harus diperhatikan oleh Pemkot Makassar. Salah satunya persetujuan dari orang tua siswa.

“Ruislag begitu harus dipertimbangkan matang-matang, banyak faktor yang harus diperhatikan, tidak bisa seenaknya saja. Harus ada persetujuan dari orang tua siswa,” ujarnya.

Diketahui, rencana ruislag SDN Sudirman yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman itu sudah direncanakan sejak zaman mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin.

Rencana ruislag, menurutnya, perlu dipertimbangkan kembali karena dikhawatirkan ada penyerahan aset pemerintah ke pihak swasta.
“Permasalahan take over harus banyak pertimbangan. Karena ini adalah aset pemerintah, dengan adanya tukar guling ini kita sama saja menyerahkan aset kita,” pungkasnya.

Sedangkan, anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat, Hamzah Hamid mengatakan, pembongkaran SDN Sudirman sangat tidak masuk akal sementara untuk bangunan sekolah saja di Makasar saat ini belum mencukupi.

“Tidak akan kami setujui. Kita lihat fakta yang ada. Makassar kekurangan sekolah, sekarang ini pemkot harus memikirkan bagaimana caranya penambahan sekolah,” ujar legislator asal PAN. (*)