Program IYL-Cakka Bisa Jawab Bonus Demografi di Tahun 2030

oleh
oleh
Punya Pengalaman “Appakabaji”, IYL Dapat Sambutan Hangat Warga Mariso

MACCANEWS – Empat program unggulan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) dinilai sangat tepat diterapkan di Sulsel. Mulai pendidikan berkualitas tanpa pungutan, rumah produktif, pembangunan infrastruktur jalan dan pertanian, hingga kawasan ekonomis yang terintegrasi.

Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Sulawesi Selatan, Syarif Hidayatullah mengatakan, 4 program unggulan tersebut, ditambah sejumlah program lainnya yang ditawarkan pasangan nomor urut 4 ini sangat solutif dan didambakan warga.

“Program itu memberikan solusi yang sangat baik untuk masa depan generasi. Tentu ini sangat positif sekali untuk Sulsel,” terang Syarif yang juga eks Wakil Ketua KNPI Sulsel, Selasa (28/5/2018).

Ia menambahkan, khusus program rumah produktif, dari berbagai penjelasan dan pemaparan IYL-Cakka, termasuk melalui alat peraga kampanye, sangat jelas dan rasional target yang ingin dicapai. Menurutnya, jika ini berjalan dan terealisasi, maka diyakini mampu menekan angka pengangguran.

“Pengangguran dan kemiskinan adalah tanggung jawab kita semua khususnya pemerintah. Dan di sini, IYL-Cakka menunjukkan keberpihakannya untuk mengurangi angka kemiskinan melalui rumah produktif,” kata Syarif.

Bahkan, lanjutnya, melalui rumah produktif akan menjadi jawaban tantangan bonus demografi yang diprediksi menjadi tantangan Indonesia di tahun 2030. Dimana banyak usia produktif, atau diatas angka 70 persen yang bakal membutuhkan lapangan kerja.

“Tahun 2030 mendatang diprediksi terjadi bonus demografi yang angkanya lumayan fantastis. Insya Allah dengan adanya program Rumah Produktif ini akan menekan angka pengangguran dan kemiskinan yang ada di Sulsel,” tutur Syarif yang juga pengurus di PB PMII ini.

Khusus program pendidikan berkualitas secara merata tanpa pungutan, juga diyakini bisa diwujudkan. Alasannya, perhatian dan kepedulian terhadap pendidikan Ichsan YL tidak perlu lagi dipertanyakan. Pasalnya sudah memperlihatkan bukti saat menjabat sebagai bupati dua periode di Kabupaten Gowa.

Di Gowa, Ichsan Yasin Limpo adalah Bupati pertama yang memberlakukan perda pendidikan gratis di Indonesia. Begitu pun terobosan lainnya, seperti Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB).

” IYL sangat getol terkait isu – isu pendidikan. Terbukti saat memimpin Gowa dua periode. Apalagi jika kelak terpilih, mereka akan mengalokasikan subsidi pendidikan Rp1,5 triliun per tahun,” pungkasnya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.