Jadi Muallaf, Hasanuddin Terima Zakat

oleh
Jadi Muallaf, Hasanuddin Terima Zakat

MACCANEWS.- Hasanuddin, yang memeluk agama Islam atau Muallaf sejak tahun 2000 an, kini usianya terbilang renta. Meski begitu, untuk menghidupi keluarganya Hasanuddin tidak mau berdia diri meskipun beberapa orang anaknya telah sukses.

Bahkan sejak memeluk agama Islam, Hasanuddin sering menjadi marbot atau tukang Adzan disalah satu mesjid dekat rumah tumpangannya.

Pria tua ini, tidak mau berharap dari anak anaknya sehingga kesehariannya Hasanuddin memilih menjadi tukang Becak hingga saat ini dan sering mangkal di sudut jalan sekitar pertokoan.

Pada Senin (7/5) kemarin, satu kebahagiaan tersendiri dirasakan Hasanuddin, pasalnya Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bulukumba Drs. KH. Tjamiruddin, M.Pd.I, mengundang Hasanuddin bertandang ke kantor Baznas sekaligus menyerahkan bantuan.

Sesuai informasi yang diterima media ini, hingga saat ini, Hasanuddin belum memiliki rumah, sehingga untuk sementara lelaki ini hanya menumpang di rumah salah seorang keluarganya bersama seorang ponakannya di sekitar toko Mangnguluang, kota Bulukumba.

Ketua Baznas Kabupaten Bulukumba Ust.Muh.Yusuf Shandy kepada media ini Selasa (8/5) pagi, menyebutkan bahwa pada saat siaran Ngopi Sore (ngobrol perkara Islam sore) di Radio Cempaka Asri bersama Yudi Cempakas, salah seorang pendengar mengusulkan adanya pendataan dan pemberian bantuan kepada muallaf.

” Nah dari siaran radio tersebut saya meminta kepada warga agar memasukkan nama-nama para muallaf yang ada di sekitar tempat tinggalnya,” jelas Ust.Yusuf.

Kemudian, masih kata Yusuf Shandy, sehari berikutnya salah seorang anggota Polres Bulukumba menunjukkan sekaligus menemani Ketua Baznas bertemu dengan Hasanuddin salah seorang muallaf Hasanuddin.

Hasanuddin mengaku, dia menjadi muallaf sejak awal tahun 2000-an. Dan dia mengaku sumber penghidupannya bersama keluarganya, dia bekerja sebagai tukang panggul, guna memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

” Seiring dengan semakin bertambahnya usia saya, saat ini saya hanya bisa menjadi tukang becak, dan di sela-sela waktu mencari nafkah, saya juga menjadi marbot dan tukang adzan di masjid yang tak jauh dari rumah ponakanku,” aku Hasanuddin seperti disampaikan Ust.Yusuf.

Ust.Yusuf mengajak semua pihak agar teruslah berbagi, karena setiap pemberian pasti akan dibalas oleh Allah Azza wa Jalla dan teruslah melakukan dan menebar kebaikan.- (Edy) –